ROOL – Desa Oenitas di Kabupaten Rote Ndao kini memiliki ikon baru bernama Kribo. Bukan sekadar nama, Kribo adalah merek produk bawang goreng yang lahir dari semangat warga untuk mandiri secara ekonomi melalui sentuhan inovasi dan kreativitas.
Program pengolahan ini diinisiasi oleh Dinas Nakertrans Provinsi NTT dengan fokus utama meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosef Rasi, memandang bawang merah bukan lagi sekadar bumbu dapur mentah, melainkan komoditas unggulan yang punya nilai jual tinggi jika diolah dengan tepat.
“Bawang tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa menjadi produk olahan bernilai tinggi,” ujar Yosef Rasi. Melalui pelatihan ini, warga dibekali kemampuan mengolah bawang goreng aneka rasa, teknik pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran melalui platform digital.
Kehadiran produk “Kribo” juga menjadi angin segar bagi para petani. Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, menilai langkah ini sangat strategis dan selaras dengan visi pembangunan daerah.
“terutama, sebagai solusi ketika harga bawang merah di pasar sedang mengalami penurunan,” ungkap Apremoi pada Sabtu (28/03/2026).
Ia pun menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah agar produk lokal ini mampu menembus pasar di luar daerah.
Hal yang membuat program ini unik adalah pendekatannya yang menyeluruh. Selain aspek ekonomi, kegiatan ini turut menyentuh isu kesehatan masyarakat. Sosialisasi mengenai pencegahan stunting dan edukasi gizi menjadi bagian penting dalam rangkaian pemberdayaan ini. Pemerintah berharap, ekonomi yang kuat di Oenitas juga diiringi dengan peningkatan kualitas gizi keluarga.
Sebagai langkah konkret menuju kemandirian, di akhir kegiatan dilakukan penyerahan bantuan alat produksi kepada warga. Kini, dengan merek Kribo di tangan, Desa Oenitas siap melangkah menuju babak baru ekonomi desa yang lebih tangguh dan berdaya saing. (*)







