ROOL – Seluruh rangkaian kegiatan Kemah Pemuda Rote ke-4 (KPR IV) yang berlangsung selama tiga hari berjalan dengan baik dan ditutup pada Minggu (24/5/2026) sore. Acara penutupan kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Rote Ndao Berdaya” ini dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao.
Saat menutup kegiatan tersebut, Jodian Suki menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga hari penutupan.
Sebagai senior Komunitas Anak Muda untuk Rote Ndao (KAMu Rote Ndao), Jodian A. Suki bersama Adi Patola, Sherwin Ufi, Maks Fio, Sepri Feny, Rosy Manafe, dan Ipe Manafe beserta tim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao Paulus Henuk beserta jajaran. Apresiasi juga diberikan kepada Anggota KAMu Rote Ndao, Guru Bantu Guru belajar lagi (BGBL), Bank NTT, TNI Polri, media, panitia, para pemateri, pendamping, serta seluruh peserta yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan dengan penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Jodian menjelaskan bahwa semangat tema KPR IV tahun ini mengajak semua pihak untuk menyalakan semangat, menguatkan persaudaraan, serta bersama-sama membangun Rote Ndao dan Indonesia.

“tema ini mengingatkan bahwa pemuda bukan hanya penonton perubahan, melainkan harus menjadi pelaku utama yang membawa harapan, solusi, dan dampak positif bagi masyarakat.” Jelas Jodian.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta telah belajar mengenai kepemimpinan, kepedulian sosial, kerja sama, dan pentingnya membangun jaringan persaudaraan. Pengalaman dan nilai baik yang diperoleh dalam kemah ini diharapkan tidak berhenti di tempat kegiatan saja, melainkan terus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, gereja, masjid, sekolah, kampus, komunitas, maupun di tengah masyarakat. Pemuda diharapkan terus menjadi generasi yang berkarakter, rendah hati, kreatif, peduli terhadap sesama, dan berani bermimpi besar demi masa depan Rote Ndao dan Indonesia yang lebih baik.
Sebelumnya, kegiatan KPR IV ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao pada Jumat (22/5/2026). Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao Pauwil J.J. Nggili, S.Sos., M.Si., para Pimpinan Perangkat Daerah, serta pemuda-pemudi utusan daerah.
Kegiatan ini melibatkan total 101 peserta, dengan rincian keterwakilan perempuan yang mendominasi sebanyak 67 orang dan peserta laki-laki berjumlah 34 orang. Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai sekolah, utusan gereja, serta komunitas kepemudaan di Kabupaten Rote Ndao. KPR IV digelar sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan generasi muda di tengah perkembangan era digital.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan kepemudaan tersebut. Ia menilai KPR IV merupakan ruang positif bagi generasi muda untuk bertumbuh, belajar, dan membentuk karakter kepemimpinan.
Paulus Henuk menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah saat ini, pemuda harus tetap mampu hadir dan bergerak di tengah masyarakat sebagai agen perubahan serta pembangunan daerah. Selain itu, pemanfaatan perkembangan teknologi digital secara bijak juga menjadi sorotan penting dalam arahannya.
“Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan membentuk pemuda-pemudi yang berkualitas,” tegas Bupati Rote Ndao.
Melalui momentum KPR IV ini, Paulus Henuk berharap Kabupaten Rote Ndao dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang hebat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membangun relasi serta menciptakan pengalaman dan kenangan yang bernilai positif bagi masa depan.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap kegiatan Kemah Pemuda Rote IV ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi dapat memberikan output dan outcome yang nyata serta berdampak langsung bagi pengembangan kapasitas generasi muda di Rote Ndao. (*)


















