ROOL – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak untuk jenjang SD dan SMP Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu (8/7/2026). Langkah di sektor pendidikan ini berjalan beriringan dengan pengetatan pengawasan kesehatan terhadap lima anak kategori wasting (kurus) di Desa Oebafok guna mencegah stunting.
Upacara pembukaan MPLS dipusatkan di SD Inpres 2 Ba’a dengan mengusung tema “MPLS Ramah: Bersama Mewujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, Inklusif dan Menginspirasi.” Prosesi simbolis dimulainya kegiatan ini ditandai dengan penyematan tanda pengenal peserta didik baru secara langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk.

Dalam momentum tersebut, Bupati Paulus Henuk menyatakan rencana perombakan masa depan pendidikan daerah melalui instruksi penyusunan roadmap (peta jalan) pembangunan pendidikan yang berbasis data kuat. Ia mengungkapkan bahwa membangun sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa instan, sehingga diperlukan pijakan strategis berupa data cita-cita siswa dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Program Rote Ndao Mengajar dan Peta Jalan Pendidikan
”Mari kita secara kolaboratif membangun pendidikan. Dengan semangat kerja sama, kita membangun Rote Ndao yang cerdas, mendukung Indonesia Emas dan mewujudkan mimpi anak-anak kita,” tutur Paulus.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Paulus membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao akan segera meluncurkan program “Rote Ndao Mengajar”. Program ini mengadopsi konsep kolaboratif dengan melibatkan para tenaga profesional dari berbagai latar belakang industri untuk turun langsung ke sekolah-sekolah guna memotivasi para siswa.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng masyarakat, relawan pendidikan, LSM (NGO), hingga sektor dunia usaha. Di akhir arahan, Paulus menitipkan pesan kepada para tenaga pendidik agar memperlakukan masa orientasi ini sebagai ruang aman bagi anak-anak.
”Selamat kepada anak-anakku semua yang mulai mengenal lingkungan sekolah. Bimbing mereka menjadi generasi emas Rote Ndao,” pungkas Paulus.
Intervensi Wasting dan Pencegahan Stunting di Desa Oebafok
Sementara itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, memperketat pengawasan terhadap lima anak kategori wasting (kurus) di Desa Oebafok. Aksi preventif ini ditegaskan saat dirinya meninjau langsung pelayanan kesehatan terpadu di Posyandu Palapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (8/7/2026).

Kunjungan kerja kedua Wabup Apremoi ini bertujuan memastikan efektivitas pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Berdasarkan data berkala, Posyandu Palapa 2 saat ini melayani 36 anak bayi dan balita, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia (lansia) dengan status nihil kasus stunting.
Meskipun tercatat bebas stunting, penemuan lima kasus wasting menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wabup Apremoi menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk segera melakukan intervensi gizi agar status kelima anak tersebut tidak memburuk.
”Di Posyandu ini memang tidak ada kasus stunting, tapi ada 5 orang yang masuk dalam kategori wasting. Kita harus bergerak cepat mencegahnya agar 5 anak ini jangan sampai masuk lagi ke kategori stunting. Ini batas krusial yang harus kita jaga,” pesan Apremoi.
Penerapan Pola Makan 4 Bintang dan Bantuan Bibit
Apremoi menekankan bahwa keberhasilan penanganan gizi buruk dan kesehatan anak sangat bergantung pada peran aktif keluarga sebagai aktor dan tonggak utama pengasuhan. Pemkab Rote Ndao menyatakan kesiapan memberikan pelayanan prima, namun pemenuhan pangan bergizi seimbang di rumah tangga tetap menjadi tanggung jawab orang tua.
Apremoi meminta para orang tua di Desa Oebafok konsisten menerapkan pola makan “4 Bintang” untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. Formula gizi seimbang tersebut wajib mencakup asupan karbohidrat (nasi), protein hewan atau nabati (lauk-pauk), vitamin, serta mineral yang bersumber dari sayuran dan buah-buahan.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Kepala Desa Oebafok dan para kader posyandu yang dinilai proaktif. Kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu didorong oleh aksi nyata para kader yang melakukan konsolidasi door-to-door (dari rumah ke rumah) satu hari sebelum kegiatan demi memastikan kehadiran warga.
Guna mendukung ketahanan pangan keluarga, kunjungan ini disertai dengan pembagian bibit sayur-sayuran dari Dinas Pertanian yang diserahkan melalui perwakilan dinas, Ibu Ida. Apremoi mengimbau warga segera memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk menanam sayur mandiri demi memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Desa Oebafok, dan seluruh jajaran tenaga kesehatan dari Puskesmas Batutua yang memberikan pelayanan langsung di lokasi. (*)













