16th ANNIVERSARY
2026
Politik & Pemerintahan

Gandeng Siap Siaga NTT, Pemkab Rote Ndao Susun Dokumen Kajian Risiko Bencana 2026-2030

• 2 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gandeng Siap Siaga NTT, Pemkab Rote Ndao Susun Dokumen Kajian Risiko Bencana 2026-2030

Gandeng Siap Siaga NTT, Pemkab Rote Ndao Susun Dokumen Kajian Risiko Bencana 2026-2030

📋Daftar Isi[sembunyikan]
  1. ​Cakupan Wilayah dan Delapan Ancaman Bahaya Bencana
  2. ​Dorongan Kolaborasi di Tengah Efisiensi Anggaran

ROOL – BPBD Kabupaten Rote Ndao bersama SIAP SIAGA NTT menggelar kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Akhir Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) di Aula Videsy, Ba’a, pada Rabu, (17/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyusun penataan dan perencanaan penanggulangan bencana daerah yang matang, terarah, dan terpadu.

​Sambutan Bupati Rote Ndao yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Petson S. Hangge., menegaskan bahwa penyusunan dokumen KRB ini menjadi jawaban untuk menilai kemungkinan ancaman bencana di daerah. Dokumen ini juga berfungsi sebagai dasar penyusunan kebijakan serta penguatan sistem penanggulangan bencana daerah.

​Penyusunan dokumen KRB Kabupaten Rote Ndao ini dirancang untuk periode tahun 2026 hingga 2030. Dokumen strategis ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis kerentanan, serta menilai kapasitas suatu wilayah dalam mengurangi dampak bencana.

Cakupan Wilayah dan Delapan Ancaman Bahaya Bencana

​Cakupan kajian risiko bencana ini meliputi 11 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat 8 jenis ancaman bahaya bencana yang dikaji, yaitu cuaca ekstrem, banjir, gelombang pasang dan abrasi, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta tsunami.

​Petson menjelaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai komponen. Seluruh elemen yang meliputi pemerintah, NGO, dunia usaha, masyarakat, media massa, hingga akademisi harus terlibat demi melindungi keselamatan jiwa dan mengurangi kerugian akibat bencana.

Dorongan Kolaborasi di Tengah Efisiensi Anggaran

​Di tengah keterbatasan keuangan daerah akibat adanya efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong upaya kolaborasi pembangunan dengan berbagai pihak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SIAP SIAGA NTT yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta seluruh pihak yang ikut berpartisipasi aktif.

​Kegiatan konsultasi publik ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Norman Riwu Kaho yang memaparkan Hasil Analisis Bahaya (Hazard) dalam Dokumen KRB Kabupaten Rote Ndao, serta Kris Ngelan yang membedah Draft Dokumen KRB Kabupaten Rote Ndao.

​Sejumlah unsur penting hadir sebagai peserta kegiatan, di antaranya Perangkat Daerah Kabupaten Rote Ndao, KaPolres Rote Ndao, Komandan Kodim 1627 Rote Ndao, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi D.C. Saudale Rote Ndao, serta Kepala Pos Unit SAR Rote Ndao. Selain unsur birokrasi dan aparat keamanan, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan tokoh agama, tokoh perempuan, Forum Inklusi-Disabilitas, dan insan pers. (*)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Kapal Yacht Australia “Balamara” Terdampar Tanpa Awak di Rote Timur
← Sebelumnya Kapal Yacht Australia “Balamara” Terdampar Tanpa Awak di Rote Timur
Sebanyak 10 Kecamatan di Kupang Raih Penghargaan Kencana Pratama, Ini Pesan Gubernur NTT
Selanjutnya → Sebanyak 10 Kecamatan di Kupang Raih Penghargaan Kencana Pratama, Ini Pesan Gubernur NTT
Bagikan
WhatsApp Facebook