ROOL – Kegiatan Kemah Pemuda Rote (KPR) IV resmi dibuka oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). Dari total 101 peserta yang terlibat, keterwakilan perempuan mendominasi dengan jumlah 67 orang, sedangkan peserta laki-laki berjumlah 34 orang.
Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari berbagai sekolah, utusan gereja, serta komunitas kepemudaan di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini digelar sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan generasi muda di tengah perkembangan era digital.
Acara pembukaan berlangsung penuh semangat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao Pauwil J.J. Nggili, S.Sos., M.Si., para Pimpinan Perangkat Daerah, serta pemuda-pemudi utusan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan kepemudaan tersebut. Ia menilai KPR IV merupakan ruang positif bagi generasi muda untuk bertumbuh, belajar, dan membentuk karakter kepemimpinan.
Paulus Henuk menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah saat ini, pemuda harus tetap mampu hadir dan bergerak di tengah masyarakat sebagai agen perubahan serta pembangunan daerah.
Selain itu, pemanfaatan perkembangan teknologi digital secara bijak juga menjadi sorotan penting dalam arahannya.
“Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan membentuk pemuda-pemudi yang berkualitas,” tegas Bupati Rote Ndao.
Melalui momentum KPR IV ini, Paulus Henuk berharap Kabupaten Rote Ndao dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang hebat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membangun relasi, serta menciptakan pengalaman dan kenangan yang bernilai positif bagi masa depan.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap kegiatan Kemah Pemuda Rote IV ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi dapat memberikan output dan outcome yang nyata serta berdampak langsung bagi pengembangan kapasitas generasi muda di Rote Ndao. (*)







