ROOL – Kuliner tradisional khas Rote Ndao, tenteng kacang lena atau wijen, kini mulai diarahkan untuk naik kelas. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong inovasi produk lokal ini melalui program pelatihan dan pameran ekonomi kreatif di Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya.
Langkah strategis ini diambil untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mengangkat identitas budaya lokal. Warga desa dibekali kemampuan mulai dari peningkatan kualitas produksi, teknik pengemasan modern, pemasaran, hingga kewirausahaan.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap percepatan pembangunan desa melalui penguatan sektor ekonomi kreatif ini.
”Ekonomi kreatif harus terus berinovasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Johni Asadoma.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menyatakan bahwa pembangunan desa harus menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, desa tidak boleh lagi hanya menjadi objek, melainkan harus tampil sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri.
Paulus menilai, inovasi pada produk tenteng wijen ini membuka peluang usaha baru yang nyata bagi masyarakat. Terlebih, tantangan di tingkat desa saat ini masih cukup kompleks.
”Tantangan pembangunan desa masih cukup kompleks, mulai dari kemiskinan, stunting, keterbatasan infrastruktur hingga akses ekonomi,” ungkap Paulus Henuk.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pemerintah desa, hingga masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata berbasis budaya dan kuliner ini.
Guna memastikan keberlanjutan program, Bupati Paulus menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk aktif mendampingi para pelaku usaha kreatif di desa, terutama terkait legalitas usaha, akses pasar, dan promosi.
”Kita ingin pelatihan ini melahirkan kelompok usaha kreatif yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan produk kuliner khas Rote Ndao sebagai salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya.
Selain Wakil Gubernur NTT, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT beserta tim, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi kepada Pemkab Rote Ndao untuk pengembangan ekonomi kreatif.
BACA JUGA: Iduladha 1447 H, Pemkab Rote Ndao Salurkan 11 Sapi Kurban | Raih WTP dari BPK, Pemkab Rote Ndao Jaga Kepercayaan Publik
(*)















