16th ANNIVERSARY
2026
Komunitas

Wakili NTT ke Tingkat Nasional, Remaja Rote Ndao Emyl Giri Siapkan Gerakan Lopo Literasi Tilangga

• 2 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakili NTT ke Tingkat Nasional, Remaja Rote Ndao Emyl Giri Siapkan Gerakan Lopo Literasi Tilangga

Wakili NTT ke Tingkat Nasional, Remaja Rote Ndao Emyl Giri Siapkan Gerakan Lopo Literasi Tilangga

📋Daftar Isi[sembunyikan]
  1. ​Pengembangan Gerakan Lopo Literasi Tilangga
  2. ​Sinergi Budaya dan Literasi di Era Digital

ROOL – Remaja asal Kabupaten Rote Ndao, Emyl William Thobias Giri, terpilih sebagai Finalis Putra Literasi Budaya Indonesia (PLBI) Nusa Tenggara Timur Kategori Remaja. Ia dijadwalkan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang tingkat nasional yang akan berlangsung di Surabaya pada November 2026.

​Remaja yang akrab disapa Wili ini menyatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi dirinya karena berkesempatan membawa nama daerah ke tingkat nasional. Ia menyatakan kesiapannya untuk memperkenalkan potensi budaya serta literasi daerah kepada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

​“Saya sangat bangga bisa membawa nama NTT ke tingkat nasional. Ini menjadi kesempatan besar untuk membanggakan daerah dan memperkenalkan budaya yang kami miliki,” kata Wili, Kamis (4/6/2026),

Pengembangan Gerakan Lopo Literasi Tilangga

​Sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi nasional, Wili mengembangkan gerakan Lopo Literasi Tilangga. Gerakan ini berfokus pada pengenalan Budaya Rote Ndao melalui bahan bacaan serta konten digital. Teknis kegiatannya meliputi pengemasan sastra tutur, musik sasando, dan dongeng lokal menjadi bahan bacaan interaktif bagi para pelajar di Rote.

​Langkah tersebut dilakukan agar generasi muda di daerahnya tidak sekadar lancar membaca, melainkan juga tumbuh sebagai generasi cerdas yang bangga akan identitas tanah kelahirannya. Wili menilai keserasian antara literasi dan budaya lokal sangat krusial untuk mencegah penurunan kualitas sumber daya manusia serta hilangnya jati diri bangsa.

Sinergi Budaya dan Literasi di Era Digital

​Keikutsertaannya dalam pemilihan ini didasari oleh kesadaran bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat. Wili menegaskan bahwa literasi adalah jembatan strategis untuk memahami, mendokumentasikan, dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

​Ia berpandangan bahwa generasi muda harus mampu memanfaatkan literasi sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital. Budaya dan literasi dinilai memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya berperan penting dalam menjaga identitas bangsa.

​“Budaya adalah identitas bangsa dan literasi adalah jembatan untuk memahaminya. Melalui literasi, kita bisa mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

​Saat ini, ia bersama tim terus melakukan berbagai persiapan secara bertahap menjelang pelaksanaan ajang nasional, meskipun informasi teknis dari panitia belum sepenuhnya diterima. Wili menyatakan fokusnya untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup dan relevan di era digital. Ia berharap dukungan masyarakat NTT dapat menjadi motivasi bagi dirinya untuk meraih prestasi terbaik di ajang Putra Putri Literasi Budaya Indonesia 2026. (**)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Pelantikan PPPK Paruh Waktu Dipercepat ke 1 Juli
← Sebelumnya Pelantikan PPPK Paruh Waktu Dipercepat ke 1 Juli
Bagikan
WhatsApp Facebook