16th ANNIVERSARY
2026
Ekonomi & Bisnis

Serapan Beras Melonjak, Bupati Dorong Peningkatan Status Bulog Rote Ndao Jadi Kantor Cabang

• 3 menit membaca

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Serapan Beras Melonjak, Bupati Dorong Peningkatan Status Bulog Rote Ndao Jadi Kantor Cabang

Serapan Beras Melonjak, Bupati Dorong Peningkatan Status Bulog Rote Ndao Jadi Kantor Cabang

📋Daftar Isi[sembunyikan]
  1. ​Usulan Pembangunan Gudang Baru dan Peningkatan Status Kantor Cabang
  2. ​Edukasi Waktu Jual dan Tata Kelola Hasil Panen Petani

ROOL – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., meninjau Gudang Bulog (Unit Gudang) Rote Ndao di Sanggaeoen pada Selasa (21/7/2026) guna memantau penyerapan beras hasil panen petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

​Kunjungan kerja yang didampingi jajaran Dinas Pertanian dan perwakilan penyuluh ini dilakukan untuk memastikan penyerapan hasil panen terus mengalami peningkatan. Hingga Juli 2026, Bulog Rote Ndao mencatat penyerapan gabah mencapai lebih dari 1.491 ton, naik dari posisi 1.268 ton pada Juni 2026. Penyerapan tersebut menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp11.000 per kilogram untuk musim tanam pertama. Potensi penyerapan diperkirakan masih bertambah mengingat aktivitas musim tanam kedua masih berjalan. secara keseluruhan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, penyerapan gabah oleh Bulog telah menembus angka sekitar 7.000 ton.

​Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh, SP, M.Si. didampingi Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Jodian A. Suki, S.Sos., mengonfirmasi terjadinya peningkatan produktivitas pertanian daerah. Menurutnya, Rote Ndao mengalami surplus beras tahun ini dengan tingkat serapan Bulog yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

​Berdasarkan data operasional, serapan beras di Kabupaten Rote Ndao periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026 tercatat sebanyak 1.140.350 kilogram. Angka ini terbagi di lima kecamatan, yakni Lobalain sebanyak 506.150 kg, Pantai Baru 20.600 kg, Rote Barat Daya 90.950 kg, Rote Barat Laut 392.950 kg, serta Rote Tengah 129.700 kg. Pada periode yang sama, penyerapan gabah tercatat sebanyak 199.579 kilogram yang berasal dari Kecamatan Lobalain. Capaian semester pertama 2026 ini meningkat signifikan dibandingkan total serapan beras sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 509.550 kilogram.

Usulan Pembangunan Gudang Baru dan Peningkatan Status Kantor Cabang

​Melihat lonjakan volume penyerapan tersebut, Bupati Paulus Henuk berkoordinasi dengan Pimpinan Perum Bulog Wilayah NTT dan pihak pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk mengusulkan perluasan kapasitas penyimpanan serta peningkatan status operasional lembaga penyalur pangan tersebut.

​”Posisi hari ini di pertengahan tahun ini kita sudah 1.491 ton, artinya peningkatannya 100 persen lebih. Ini baru bulan Juli dan ada potensi naik sampai 2.000 ton. Tadi saya langsung menelepon Kepala Bulog NTT untuk minta kapasitas gudang ini ditambah, termasuk status Bulog kita di Rote dinaikkan menjadi cabang karena sudah memungkinkan,” ujar Bupati Paulus Henuk.

​Bupati menilai usulan kenaikan status menjadi Kantor Cabang Bulog relevan dengan kondisi Rote Ndao sebagai wilayah kepulauan yang menunjukkan tren kenaikan produksi pertanian.

​Usulan perluasan jaringan ini disambut oleh Kepala Gudang Bulog Rote Ndao, Leksi Ndolu. Ia menjelaskan bahwa Bulog membuka peluang kemitraan melaui skema maklon. Merespons kebijakan tersebut, Pemkab Rote Ndao mendorong BUMD PD Ita Esa untuk bermitra dengan Bulog dalam menyerap gabah dan beras masyarakat, disertai rencana penyertaan modal daerah untuk memperkuat operasional BUMD.

Edukasi Waktu Jual dan Tata Kelola Hasil Panen Petani

​Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Bupati Paulus Henuk mengimbau para petani agar memanfaatkan skema HPP Bulog jika harga di pasar berada di bawah standar pemerintah. Namun, jika harga pasar lebih tinggi, petani dibebaskan menjual ke pasar guna mengoptimalkan keuntungan.

​Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian petani yang menyimpan gabah terlalu lama usai panen karena berisiko menurunkan kualitas beras dan memicu serangan hama.

​”Perlu edukasi kepada masyarakat agar gabah tidak disimpan terlalu lama. Bulog bersama Dinas Pertanian perlu menyampaikan informasi secara masif sehingga masyarakat memahami waktu yang tepat untuk menjual hasil panennya dan tetap memperoleh keuntungan,” kata Paulus Henuk. (**)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Konsep Otomatis
← Sebelumnya Keberlanjutan Program SAHABAT, 106 Siswa SMPN 1 Rote Barat Daya Ikuti Simulasi Bencana BPBD
Bagikan
WhatsApp Facebook