16th ANNIVERSARY
2026
Komunitas

Keberlanjutan Program SAHABAT, 106 Siswa SMPN 1 Rote Barat Daya Ikuti Simulasi Bencana BPBD

• 2 menit membaca

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Konsep Otomatis

Keberlanjutan Program SAHABAT, 106 Siswa SMPN 1 Rote Barat Daya Ikuti Simulasi Bencana BPBD

📋Daftar Isi[sembunyikan]
  1. ​Ancaman Sembilan Jenis Bencana dan Siklon Tropis
  2. ​Kondisi Tektonik Aktif dan Metode Mitigasi Sekolah

ROOL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao melaksanakan kegiatan edukasi dan gladi simulasi bencana di SMPN 1 Rote Barat Daya, Batutua, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan Program Sekolah Aman Bencana Terintegrasi (SAHABAT) yang melibatkan 106 siswa-siswi, tenaga pendidik, serta Tim Siaga Bencana sekolah setempat.

Konsep Otomatis

​Pembicara dari BPBD Kabupaten Rote Ndao, Janwes N.H. Nauk, S.STP, memberikan pembekalan materi mengenai mitigasi bencana cuaca ekstrem dan gempa bumi. Langkah edukasi ini diambil sebagai respon terhadap kondisi geografis wilayah Rote Ndao yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bahaya alam.

Ancaman Sembilan Jenis Bencana dan Siklon Tropis

​Dalam pemaparan materi Kepala Pelaksana BPBD, dijelaskan bahwa Kabupaten Rote Ndao secara umum memiliki karakteristik geografis dan tektonik spesifik yang memicu potensi bahaya tinggi. Terdapat setidaknya sembilan jenis bencana yang diwaspadai di wilayah ini, yaitu gempa bumi, cuaca ekstrem, kekeringan, tsunami, banjir, tanah longsor, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta likuefaksi.

​Terkait cuaca ekstrem, fenomena tersebut dapat terjadi kapan saja, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Gejala yang perlu diwaspadai mencakup hujan lebat, angin kencang, suhu ekstrem panas atau dingin, hingga siklon tropis.

​Masyarakat diimbau untuk mengenali ciri kondisi cuaca saat musim hujan, seperti udara yang gerah (panas dan lembap), munculnya badai petir, hujan lebat disertai angin kencang, serta jarak pandang yang rendah. Kejadian Siklon Tropis Seroja pada April 2021 menjadi pengingat mengenai besarnya dampak kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Kondisi Tektonik Aktif dan Metode Mitigasi Sekolah

​Selain ancaman cuaca, Kabupaten Rote Ndao juga berada di kawasan dengan aktivitas tektonik yang aktif. Kondisi ini dipicu oleh pertemuan dua lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Berdasarkan data teknis, pertemuan lempeng tersebut menunjukkan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi di wilayah Rote Ndao.

​Menghadapi risiko nyata tersebut, BPBD menekankan pentingnya langkah mitigasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat sekolah. Upaya kesiapsiagaan di SMPN 1 Rote Barat Daya difokuskan pada penguatan kapasitas peserta didik baru, guru, dan Tim Siaga Bencana.

​Melalui pembekalan materi dan gladi simulasi saat terjadi gempa bumi, warga sekolah dilatih untuk mengenali ancaman yang ada, mengikuti rambu-rambu evakuasi, serta membangun sistem peringatan dini yang efektif saat proses pembelajaran berlangsung. Langkah-langkah teknis ini diterapkan guna meminimalisir adanya korban jiwa saat terjadi bencana di lingkungan sekolah. (**)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Konsep Otomatis
← Sebelumnya Siasati Efisiensi Anggaran, BNN dan DP3AP2KB Rote Ndao Kolaborasi Bangun Keluarga Berkualitas
Bagikan
WhatsApp Facebook