ROOL – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, memimpin langsung kegiatan Panen Raya Padi di Kompleks Persawahan Kapasiok pada Minggu (26/04/2026). Momentum ini sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester dalam Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Pertanian Non Rawa di wilayah tersebut.
Kegiatan diawali dengan prosesi panen secara simbolis oleh Bupati Rote Ndao. Ia didampingi oleh Wakapolres Rote Ndao, Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Camat Lobalain, Kapolsek Lobalain, para Kepala Bidang pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Maneleo, Majelis Jemaat setempat, hingga Ketua Kelompok Tani.
Pemanfaatan Combine Harvester dalam panen raya kali ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. Penggunaan teknologi ini terbukti mampu mempercepat proses panen serta menekan angka kehilangan hasil (losses) dibandingkan metode konvensional.
Dalam laporan kegiatannya, Jodian A. Suki, S.Sos., Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari pelaksanaan OPLAH Pertanian Non Rawa. Program tersebut selaras dengan misi pemerintah daerah dalam gerakan Rote Ndao Bertani.
“tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, mengurangi kehilangan hasil panen, mendorong modernisasi di tingkat petani, serta mendukung percepatan peningkatan produksi padi menuju swasembada pangan,” lapor Jodian.
Bupati Paulus Henuk dalam arahannya menegaskan bahwa sektor pertanian adalah fondasi utama pembangunan daerah. Melalui semangat Rote Ndao Bertani Menuju Petani Sejahtera, ia menekankan pentingnya produktivitas dan efisiensi agar petani mampu menghadapi tantangan sektor pertanian saat ini.
Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan Dinas teknis dan PPL untuk segera menindaklanjuti berbagai harapan petani yang telah diperjuangkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Menteri Pertanian RI pada 20 April 2026 di Jakarta. Selain itu, Bupati meminta segera dilakukan survei perluasan ketersediaan air bawah tanah di Kompleks Kapasiok untuk menjaga stabilitas produksi beras.
Program ini juga disebut sebagai wujud nyata sinergitas yang selaras antara Program Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia., Program Provinsi hingga Daerah.
Kehadiran langsung Bupati dan jajaran di tengah persawahan mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Hengkius Daik menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah yang turun langsung melihat kondisi petani. Sementara itu, Paulus Zakarias menilai dukungan teknologi dan kebijakan ini menjadi motivasi besar bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi di masa mendatang.
Kegiatan ini mempertegas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui modernisasi pertanian yang berkelanjutan. (**)







