16th ANNIVERSARY
2026
Rote Ndao

Buntut Tawuran Puluhan Pelajar di Lobalain, Polisi Tegaskan Sanksi Keras Jika Terulang

• 2 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buntut Tawuran Puluhan Pelajar di Lobalain, Polisi Tegaskan Sanksi Keras Jika Terulang

Foto bersama seusai rapat Koordinasi Polsek Lobalain Bersama Orang Tua Siswa, Tokoh Masyarakat dan Pihak Sekolah Dalam Rangka Pencegahan Tawuran Antar Pelajar, Kamis (12/03/2026). FOTO ROOL/Ho-humasresRN

ROOL – Personel Polsek Lobalain menempuh langkah persuasif untuk meredam aksi tawuran antar pelajar yang meresahkan warga. Upaya ini diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang menghadirkan orang tua, siswa, guru SMA 1 Lobalain, hingga perangkat desa di Mapolsek Lobalain, Kamis (12/03/2026).

​Rapat tersebut dihadiri oleh Wakapolsek Lobalain Aiptu Agus Salim, S.H., Kanit Binmas Bripka Rusdi Y. Pandu, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mokdale Bripka Sumantri.

Peristiwa tawuran tersebut pecah pada Selasa, 10 Maret 2026. Berdasarkan pengembangan penyelidikan oleh Polres Rote Ndao, jumlah siswa yang terlibat ternyata membengkak. Awalnya, polisi mengamankan 14 orang, namun hasil interogasi mengungkap adanya 14 siswa tambahan.

​”Total siswa yang terlibat sebanyak 28 orang. Motifnya hanya karena salah paham antar sesama siswa,” ungkap Kapolsek Lobalain.

​Pasca-kejadian, ke-28 siswa tersebut telah menjalani proses pembinaan dan edukasi oleh WakaPolres Rote Ndao yang bertempat di Aula Catur Prasetya.

Meski diselesaikan secara kekeluargaan, Kapolsek menekankan bahwa pengawasan tidak boleh kendur. Ia meminta peran aktif orang tua dan komunitas di lingkungan tempat tinggal siswa, termasuk para Kepala Desa dan Lurah Mokdale yang turut hadir.

​”Salah satu solusi efektif adalah meningkatkan pengawasan ketat terhadap perilaku siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Jika terjadi lagi, maka kami akan melakukan tindakan tegas,” tambah Kapolsek.

Kejadian ini menjadi perhatian serius Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P. Ia menyayangkan aksi kekerasan ini tetap terjadi meski langkah-langkah pencegahan telah masif dilakukan oleh pihak kepolisian.

​”Saya berharap ini menjadi kejadian yang terakhir. Tujuan ke sekolah adalah belajar dan mencari ilmu untuk masa depan, bukan tawuran. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata AKBP Mardiono.

​Kapolres juga menitipkan pesan disiplin bagi para generasi muda di Rote Ndao.

“Belajar Yes, Tawuran No. Kejar cita-cita dan tanamkan disiplin sejak dini,” pungkasnya. (*/RN)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Benarkah Ekonomi Rote Ndao Tumbuh 7,98 Persen? Intip Ambisi Besar Pemkab di RKPD 2027
← Sebelumnya Benarkah Ekonomi Rote Ndao Tumbuh 7,98 Persen? Intip Ambisi Besar Pemkab di RKPD 2027
Info BMKG 13 Maret: Rote Ndao dan Sekitarnya Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
Selanjutnya → Info BMKG 13 Maret: Rote Ndao dan Sekitarnya Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
Bagikan
WhatsApp Facebook