ROOL – Sekolah Lentera Harapan (SLH) Rote menggelar acara perayaan syukur (Thanksgiving) kelulusan bagi 55 peserta didik jenjang TK-B, Kelas 6 (SD), dan Kelas 9 (SMP) di Aula Narwastu, Sabtu (6/6/2026). Acara pelepasan tahun ajaran 2025/2026 ini mengangkat tema “Transformed by Christ, Ready to Shine” yang diambil dari kitab Roma 12:2.
Kepala Sekolah SLH Rote Ndao, Fares Edison Tamoes, M.Pd., menyatakan bahwa seluruh lulusan yang hadir saat ini telah resmi menyelesaikan masa studinya. Ia menegaskan, kelulusan ini membawa tanggung jawab moral yang besar bagi anak-anak saat melanjutkan pendidikan di luar lingkungan SLH.
”Kita punya 55 anak yang ada di depan, semua mereka hari ini dengan bangga akan pergi sebagai status sudah lulus. Itu semua karena kerja keras Bapak Ibu orang tua sekalian,” ujar Fares dalam sambutannya.
Tantangan Moral dan Pengaruh Gadget Pada Remaja
Fares mengingatkan para lulusan, terutama jenjang SD kelas 6 dan SMP kelas 9 yang mulai memasuki masa remaja, untuk waspada terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, tantangan moral saat ini tidak perlu lagi dicari oleh anak-anak, melainkan sudah langsung mendatangi mereka melalui gawai (gadget). Oleh karena itu, kemampuan menyaring hal baik dan buruk (discernment) menjadi kunci utama.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua murid atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik anak. Selain itu, Fares menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pendidikan atas bimbingan yang diberikan selama ini dalam penyelarasan sistem kerja.
Dinas Pendidikan Ingatkan Akar Pendidikan dari Sekolah
Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Febriana M. Y. Fanggidae, SE., menyatakan bahwa kelulusan ini merupakan awal dari langkah baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pemerintah daerah mengapresiasi penanaman nilai karakter kristiani yang diterapkan di SLH Rote Ndao sebagai modal utama menghadapi tantangan di luar sekolah.

”Bagaimana anak-anak bisa menyelesaikan tantangan-tantangan yang anak-anak hadapi, itu dasarnya dari sekolah. Kalau sekolahnya baik, akarnya baik, maka anak-anak pasti menghadapi tantangan juga dengan baik,” kata Febriana.
Dalam kesempatan tersebut, Febriana memberikan pesan spesifik bagi setiap tingkatan lulusan untuk menjaga kedisiplinan dan terus mengembangkan potensi diri. Ia menutup sambutannya dengan sebuah pantun ajakan untuk bersama-sama membangun wilayah Nusa Lote.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan dari Orang Tua
Perwakilan orang tua murid, Rosny Susana Malada, yang merupakan orang tua dari Jylqiandra Riana Claissa Foeh (lulusan TK-B), menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang dinilai telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak selama di sekolah.
Rosny juga mengingatkan sesama orang tua bahwa momentum kelulusan ini menjadi tanda bahwa tugas pengasuhan belum selesai. Orang tua dituntut untuk terus mendampingi, mendoakan, dan menyediakan lingkungan yang aman bagi anak di rumah di tengah kondisi dunia yang makin bising.
Acara pelepasan dan Thanksgiving SLH Rote ini kemudian dilanjutkan dengan sesi pemutaran lagu prosesi serta penambatan medali kelulusan kepada 55 siswa oleh Kepala Sekolah beserta para wali kelas. (*)







