16th ANNIVERSARY
2026
Komunitas

Jaga Eksistensi dari Modernisasi, Pemkab Rote Ndao Dukung Penuh Tradisi HUS

• 2 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili mewakili Bupati Rote Ndao dalam kegiatan HUS tersebut

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili mewakili Bupati Rote Ndao dalam kegiatan HUS tersebut

📋Daftar Isi[sembunyikan]
  1. ​Makna Spiritual dan Sosial Tradisi HUS
  2. ​Edukasi Generasi Muda dan Solidaritas Warga

ROOL – Kegiatan budaya HUS resmi dibuka di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu (27/05/2026). Pergelaran ini menjadi momentum penting dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan masyarakat setempat.

​Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan HUS. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya daerah di tengah arus modernisasi yang kian berkembang.

Makna Spiritual dan Sosial Tradisi HUS

​Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J. J. Nggili, hadir mewakili Bupati untuk membacakan sambutan resmi. Dalam amanat tertulis tersebut, disampaikan bahwa HUS memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Rote Ndao, baik secara spiritual, sosial, maupun budaya.

​Tradisi adat turun-temurun ini diwujudkan melalui serangkaian acara mulai dari parade kuda hias, atraksi berkuda, tarian adat, doa adat, hingga perayaan bersama masyarakat. Tradisi HUS dinilai menjadi simbol syukur, identitas budaya, penghormatan kepada leluhur, serta pemersatu masyarakat.

​“HUS bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persaudaraan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Pauwil saat membacakan sambutan Bupati.

Edukasi Generasi Muda dan Solidaritas Warga

​Pemerintah daerah berharap pergelaran HUS dapat menjadi ruang edukasi budaya bagi publik. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan mampu mempererat hubungan sosial antarwarga serta mendorong generasi muda untuk mencintai dan melestarikan tradisi lokal.

​Ketua Panitia, Joni Bunda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap tradisi HUS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Rote Ndao.

​Pembukaan HUS berlangsung meriah dengan partisipasi aktif warga. Kehadiran para pemilik kuda dari kecamatan tetangga menjadi bagian penting yang memperkuat solidaritas sosial dan tali persaudaraan antarwilayah.

​Agenda ini turut dihadiri oleh KaPolsek Rote Barat Eliyonat Deni Umbu Warata, anggota DPRD Mika Manu, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (**)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Antisipasi Begal dan Jambret, Polisi Sisir Kawasan Hutan Jati Maubesi
← Sebelumnya Antisipasi Begal dan Jambret, Polisi Sisir Kawasan Hutan Jati Maubesi
Road Race Kefa Prix 2026, Liora Racing Speed Rote Andalkan Denzel Zacharias
Selanjutnya → Road Race Kefa Prix 2026, Liora Racing Speed Rote Andalkan Denzel Zacharias
Bagikan
WhatsApp Facebook