ROOL – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mulai mengarahkan kompas pembangunannya pada penguatan sektor ekonomi kerakyatan dan identitas lokal. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Rote Ndao dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Rabu (25/3/2026).
Langkah strategis ini menandai babak baru pembangunan daerah yang tidak lagi sekadar administratif, melainkan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., menekankan bahwa kehadiran institusi pendidikan tinggi seperti UKSW diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan di daerah terselatan Indonesia tersebut.

Salah satu pilar utama dalam kerja sama ini adalah penguatan sektor ekonomi melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pendampingan akademis, Pemkab Rote Ndao berupaya meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi desa agar lebih berdaya saing dan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain ekonomi, sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal turut menjadi prioritas. UKSW dan Pemkab Rote Ndao sepakat untuk melakukan riset dan pengembangan yang bertujuan memperkuat identitas budaya Rote Ndao. Hal ini dipandang krusial karena budaya lokal merupakan aset utama yang mendasari daya tarik pariwisata daerah.
Menariknya, ruang lingkup kolaborasi ini juga menyentuh aspek legalitas. UKSW akan memberikan pendampingan hukum bagi pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan tata kelola pemerintahan tetap profesional, adaptif, serta terlindungi secara regulasi dalam menjalankan program-program inovatif.
Paulus berharap kolaborasi ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
“Kami ingin kerja sama ini memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial penandatanganan di atas kertas,” tegasnya. (*)







