BPBD Rote Ndao Latih Relawan Keltana

roolnews.ID | Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao melakukan pelatihan bagi relawan penanggulangan bencana, Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) yang dilaksanakan selama seminggu dari 28 November hingga besok, 02 Desember 2016, bertempat di Hotel Tiberias, Desa Onatali, Kecamatan Rote Tengah.

Pelatihan relawan tangguh bencana dilakukan bagi 60 relawan dari dua kelurahan di kecamatan Lobalain yakni kelurahan Mokdale dan kelurahan Metina, kata PJOK Fasilitasi Ketangguhan Masyarakat, BPBD Kab Rote Ndao, Ronald Maka Ndolu, Senin (28/11) siang.

“penanggulangan bencana merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bersifat preventif, penyelamatan dan rehabilitatif yang harus diselenggarakan secara koordinatif, komprehensif, serentak, cepat, tepat dan akurat melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah sehingga memerlukan koordinasi berbagai komponen masyarakat terkait dengan penekanan pada kepedulian publik  dan mobilisasi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, perlu adanya upaya-upaya strategis dalam peningkatan kapasitas baik itu pemangku kepentingan maupun masyarakat di desa dan kelurahan yang merupakan pelaku utama dalam penanggulangan bencana dan sekaligus  menjadi kelompok pertama yang menerima dampak bencana demi terwujudnya ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana.

“kami harapkan pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan kapasitas dari Relawan Penanggulangan Bencana terkait kebencanaan dalam menjadi agen pengurangan resiko bencana serta memiliki kemampuan dasar dalam penanggulangan bencana,” harap Ronald.


Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutannya yang  disampaikan oleh Kepala BPBD Kab Rote Ndao, Ferdinand Haning menyampaikan secara umum kondisi wilayah Kab.Rote Ndao sangat rentan terhadap bencana. Jenis bencana yang sering terjadi adalah tanah longsor, banjir, gelombang pasang, angin puting beliung, dan kekeringan serta sebagai daerah kepulauan, juga memiliki potensi terjadinya bencana tsunami.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, pemerintah memiliki perhatian yang serius upaya – upaya peningkatan kapasitas untuk masyarakat desa dan kelurahan.

Lanjut Bupati  Haning, hal ini disebabkan karena desa dan kelurahan merupakan lembaga pemerintah yang berada di tingkat paling bawah dan masyarakatnya adalah pelaku utama dalam upaya penanggulangan bencana dan sekaligus menjadi kelompok pertama yang menerima dampak bencana.

Ia mengatakan, saat ini pemkab telah membentuk 12 desa dan kelurahan Tangguh Bencana yang tersebar di 10 kecamatan yakni 2 kelurahan Tangguh Bencana telah dibentuk sejak tahun 2015 sedangkan 10 desa dan kelurahan lainnya dibentuk pada tahun 2016 yang juga disertai dengan pembentukan Relawan Penanggulangan Bencana.


(rn01)