ROOL – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi membuka Pameran Pembangunan, Expo UMKM, dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Lapangan Sepak Bola Christian N. Dillak, Ba’a, Sabtu (1/8/2026). Acara ini menandai dimulainya rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kabupaten.
Asisten Pemerintahan dan Kesra selaku Ketua Panitia, Petson S. Hangge, S.Sos, melaporkan bahwa pameran akan berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 71 stan didirikan oleh perangkat daerah, instansi teknis, BUMN/BUMD, Pers, serta pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan potensi daerah.
Penyambutan dan Penampilan Seni Budaya
Pembukaan diawali dengan penyambutan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kedatangan rombongan diiringi atraksi drum band dari SMA Negeri 1 Lobalain dan tarian penyambutan yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA Kristen Tongkat Harun.
Usai acara penyambutan, Bupati Paulus Henuk menyampaikan sambutan terkait arah pembangunan daerah dan pelaksanaan program unggulan Mbule Sio untuk penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, serta promosi pariwisata.
Penandatanganan Berita Acara Olahan Rumput Laut
Prosesi pembukaan diisi dengan peluncuran produk olahan rumput laut dan ikan hasil karya kelompok perempuan pesisir Desa Papela dan Desa Oenggaut. Agenda ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serta demonstrasi pembuatan produk lokal di lokasi acara.
Peresmian pameran secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Rote Ndao. Setelah itu, Bupati bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat yang hadir membawakan Tarian Kebalai bersama-sama.
Rangkaian kegiatan pembukaan diakhiri dengan pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh Pdt. Tri Nugroho Saputra, S.Th dari GPPS Imanuel Meonggolo.
Dalam khotbahnya, pengkhotbah menekankan pesan mengenai pentingnya mengisi kemerdekaan melalui semangat saling melayani dan menjaga persatuan bangsa. Penyelenggaraan pameran dan ibadah ini menjadi momentum sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di Rote Ndao. (**)