ROOL – Tim Pelayanan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2026 resmi diperhadapkan dalam Ibadah Minggu Sore di Jemaat GMIT Betania Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Minggu (26/7/2026). Pengukuhan ini menandai dimulainya persiapan menjelang puncak peringatan HAN GMIT yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Agustus 2026 di Teritori Rote.
Penetapan Teritori Rote sebagai lokasi pelaksanaan HAN 2026 merupakan tindak lanjut dari amanat Persidangan Sinode GMIT yang menetapkan kegiatan tahunan tersebut digelar secara bergilir di setiap teritori.
Ketua Majelis Klasis Lobalain, Pdt. Merry Sirah, mengemukakan pentingnya momentum ini bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
”Tahun ini kepercayaan tersebut diberikan kepada Teritori Rote. Harapan kami seluruh anak-anak GMIT di Rote Ndao dapat mengambil bagian dalam sukacita ini, karena ini adalah hari mereka,” kata Pdt. Merry.
Ia menjelaskan, HAN Tingkat Sinode GMIT 2026 dirancang sebagai wadah pembinaan iman, pengembangan karakter, serta mempererat persekutuan anak-anak GMIT melalui berbagai kegiatan rohani, edukatif, dan kreatif.
Pesan Soliditas dan Kinerja Panitia
Ibadah pengukuhan dipimpin oleh Pdt. Iswardi Lay. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya kesolidan tim agar panitia tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi membuktikannya lewat kinerja nyata.
”Sering terjadi, besar saat diperhadapkan, tetapi mengecil ketika bekerja. Oleh karena itu, panitia harus bekerja dalam kebersamaan. Pelayanan yang dimulai dari hal-hal kecil akan menghasilkan karya besar jika dilakukan dengan hati yang tulus dan disiplin,” ujar Pdt. Iswardi.
Gerak Cepat dan Kolaborasi Lintas Elemen
Usai ibadah pengukuhan, panitia langsung menggelar rapat perdana secara hibrida bersama Bidang UPP Part Sinode GMIT melalui Zoom Meeting.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelayanan HAN Sinode GMIT 2026, Paulwill Nggili, yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao. Pembahasan berfokus pada pembagian tugas, kesiapan teknis, serta sinkronisasi jadwal antara panitia lokal dan Sinode.
Melalui perhelatan ini, Paulwill mengajak seluruh elemen, mulai dari jemaat, pelayan gereja, orang tua, hingga pemerintah daerah untuk berkolaborasi penuh demi kelancaran kegiatan. (**)