ROOL – Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan pentingnya kolaborasi terpadu antara pemerintah daerah, gereja, keluarga, dan masyarakat untuk menjamin pemenuhan hak serta perlindungan anak pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 GMIT Teritori Rote Ndao di GMIT Betania Ba’a, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan bertema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” ini diarahkan untuk membentuk generasi Rote Ndao yang berdaya saing, berkarakter, dan bertumbuh dalam iman.
Langkah Pemkab Wujudkan Daerah Ramah Anak
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyatakan bahwa generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Rote Ndao. Pemkab Rote Ndao terus berupaya membangun wilayah yang ramah anak melalui serangkaian program pemenuhan hak-hak dasar.
Upaya tersebut dijalankan lewat peningkatan mutu pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pembinaan ketahanan keluarga, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyediaan fasilitas lingkungan yang aman dan inklusif.
Peran Kolaboratif Keluarga, Gereja, dan Masyarakat
Paulus menggarisbawahi bahwa perlindungan terhadap anak tidak bisa dibebankan kepada pihak pemerintah semata. Seluruh komponen sosial di Rote Ndao perlu mengambil peran sesuai fungsinya masing-masing.
“Keluarga harus menjadi tempat pertama yang menghadirkan kasih dan keteladanan. Gereja harus menjadi ruang untuk membangun iman, karakter dan kepedulian. Masyarakat harus menjadi pelindung bagi anak,” ujar Paulus.
Kerja sama lintas elemen ini dinilai krusial untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah, mendongkrak capaian literasi, serta membentuk moral generasi muda sejak usia dini.
Apresiasi Inisiatif Majelis Sinode GMIT
Peringatan HAN ke-42 ini mengusung subtema “Anak Disayang Tuhan, Bertumbuh dalam Iman, Berkarya dengan Kasih, Menatap Masa Depan dengan Gemilang”. Pendekatan ini menitikberatkan pembinaan anak secara utuh, mencakup aspek jasmani, pendidikan, hingga budi pekerti.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Majelis Sinode GMIT yang memprakarsai kegiatan ini, sekaligus mengingatkan agar peringatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial tahunan, melainkan menjadi pijakan langkah konkret dalam menjaga tumbuh kembang anak di Rote Ndao.
Agenda ini turut dihadiri Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Saneb Yohanis Blegur, Pj. Sekda Rote Ndao Daniel W. Nalle, jajaran Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Setda J. J. Nggili, serta pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Rote Ndao. (**)