ROOL – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rote Ndao mengintensifkan pembinaan statistik sektoral bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga vertikal guna membenahi akurasi data pembangunan daerah pada Sabtu (27/6/2026). Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh instansi pemerintah mampu menghasilkan pasokan data yang akurat, berkualitas, dan sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi kebijakan daerah.
Kepala BPS Rote Ndao, melalui Kepala Subbagian Umum Isai Suarjo Hendrik Adu, menjelaskan bahwa statistik sektoral yang diproduksi oleh dinas maupun kementerian di daerah merupakan kunci krusial untuk menunjang keberlanjutan pembangunan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
”Kita telah lakukan pembinaan agar dinas dan instansi vertikal bisa menghasilkan data statistik yang benar-benar sesuai dengan kaidah baku yang sudah ditetapkan,” ujar Isai pada Sabtu (27/6/2026).
Target Pembinaan Rutin Instansi Pemerintah
Isai mengungkapkan bahwa BPS Rote Ndao tidak ingin program pembinaan ini hanya berjalan sebagai formalitas belaka. Sebagai bentuk keseriusan, BPS Rote Ndao mengagendakan pembinaan formal sebanyak empat hingga lima kali dalam setahun, yang diperkuat dengan pendampingan informal secara terus-menerus di lapangan.
Melalui pendekatan intensif tersebut, BPS membidik target agar setiap instansi tidak lagi asal-asalan dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data mereka. Kepatuhan terhadap standar baku statistik kini ditekankan secara ketat di semua lini birokrasi Rote Ndao.
Standardisasi Data untuk Akurasi Pembangunan
Pihak BPS berharap dinas dan lembaga vertikal di Kabupaten Rote Ndao dapat semakin melek statistik. Parameter data yang diproduksi ke depan harus memenuhi kualifikasi berkualitas, tepat waktu, serta memiliki kejelasan konsep dan definisi yang baku. Seluruh proses pengolahan data tersebut juga wajib bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dengan genjotan kapasitas yang dilakukan secara masif, BPS optimistis pasokan data dari OPD ke depan akan jauh lebih valid dan tepercaya. Data yang bersih dan akurat dinilai menjadi harga mati agar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan di Kabupaten Rote Ndao dapat dieksekusi secara tepat sasaran tanpa salah sasaran. (**)













