ROOL – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Rote Ndao yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Rote Ndao, Ba’a, Jumat (10/4/2026). Peringatan tahun ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diperingati setiap tanggal 10 April.
Penetapan tanggal tersebut merujuk pada aspek historis pengesahan dan pengundangan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyatakan momentum ini sebagai waktu refleksi, introspeksi, dan evaluasi atas kontribusi bersama dalam membangun daerah dalam bingkai Ita Esa.
Bupati memaparkan sejumlah capaian makro yang diraih hingga tahun 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 7,96 persen. Angka tersebut tercatat berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT maupun nasional. Di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama lima tahun berturut-turut (2021-2025).
Selain itu, akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) meraih predikat B (Baik) pada tahun 2024 dan 2025. Di sektor kesehatan, daerah ini meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dan menempati peringkat ke-3 terbaik di Provinsi NTT dalam aksi konvergensi penurunan stunting. Pada sektor industri, Rote Ndao diakui sebagai perintis industri garam di NTT melalui pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).
Terkait indikator kesejahteraan, tingkat kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar 24,37 persen. Sementara pada aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka harapan hidup mencapai 70,17 tahun, harapan lama sekolah 13,24 tahun, dan rata-rata lama sekolah 7,84 tahun.
Untuk menjawab tantangan pembangunan, pemerintah daerah menjalankan kerangka MBULE SIO atau 9 Agenda Perubahan. Fokus utama meliputi transformasi tata kelola pemerintahan digital, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta produktivitas ekonomi berbasis potensi lokal. Strategi yang ditetapkan mencakup penanganan kemiskinan ekstrem pada data desil 1 dan 2, pembangunan infrastruktur konektivitas, hilirisasi pertanian, serta pembangunan Jober BBM untuk menjamin ketersediaan energi.
Bupati menekankan bahwa satu tahun ke depan merupakan fase konsolidasi yang akan diikuti oleh empat tahun fase percepatan. Seluruh rencana strategis tersebut diperkuat melalui konsep Triangle Pembangunan, yakni kolaborasi antara Pemerintah, Tokoh Adat (Maneleo), dan Tokoh Agama.
Menutup arahannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada para tokoh pendiri dan seluruh elemen masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, Nyepi, dan Paskah bagi seluruh umat yang merayakan. (*)







