ROOLNEWS.ID – Upaya penyelamatan besar-besaran dilakukan di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, menyusul terdamparnya puluhan mamalia laut sejak Senin (9/3/2026) malam. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan warga setempat berhasil menyelamatkan puluhan ekor paus.
Berdasarkan data terbaru dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang hingga Selasa (10/3) sore, sebanyak 34 ekor paus berhasil dievakuasi dan diarahkan kembali ke laut lepas. Aksi penyelamatan ini melibatkan personel kepolisian, TNI Angkatan Laut, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang turun langsung ke lokasi.
Namun, di tengah upaya evakuasi tersebut, jumlah paus yang mati dilaporkan terus bertambah. Dari total 55 ekor paus yang terdampar, BKKPN mencatat 21 ekor di antaranya kini dinyatakan mati.
“Hingga sore ini terdapat 21 paus yang mati. Data ini sudah final,” tegas Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi, Selasa sore.
Imam menjelaskan bahwa berdasarkan ciri fisik pada sirip dan kepala, kawanan tersebut diduga merupakan jenis paus pilot sirip panjang atau long-finned pilot whale (Globicephala Melas). Kejadian ini bermula saat puluhan paus tersebut ditemukan terdampar pada Senin malam, di mana awalnya hanya tercatat lima ekor yang mati, sebelum akhirnya melonjak menjadi 21 ekor.
Meski data kematian telah dipastikan, pihak BKKPN Kupang tetap menyiagakan petugas di lapangan untuk memantau situasi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan adanya paus yang kembali terdampar di lokasi yang sama maupun titik lainnya di sekitar pesisir.
”Kami masih terus memantau perkembangan. Kami belum tahu apakah besok ada lagi paus yang terdampar di lokasi lain,” pungkas Imam. (*)







