ROOLNEWS.ID — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao guna memperkuat pengembangan sektor pertanian. Dalam kesempatan tersebut, DistanKP NTT bersama Pemkab Rote Ndao bakal dorong hilirisasi tiga komoditas lokal yakni Padi Gora, Kacang Mbokak, dan bawang merah agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, telah membangun komunikasi dengan Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, untuk memastikan komoditas tersebut mendapatkan sentuhan hilirisasi. Fokus utama dalam upaya ini adalah penyediaan pengemasan atau packaging yang berkualitas agar produk petani lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas seperti NTT Mart serta berbagai pasar modern lainnya.
“saya sudah sampaikan ke ibu wakil Bupati bahwa Rote memiliki potensi pasar, salah satunya komoditas Kacang Mbokak,” Jelas Joaz, Sabtu (24/1/2026) di lahan pertanian YAO GMIT Kupang.
Sementara itu, Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dalam kesempatan tersebut berkomitmen untuk memberikan dorongan terhadap pengembangan Padi Gora, Kacang Mbokak, dan bawang merah.
“sebentar saya akan berkoordinasi dengan Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao, untuk dukungan baik dari Distankp NTT terkait hilirisasi tiga komoditas itu dan bantuan pertanian” Ujar Apremoi.
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT sebelumnya telah memberikan dukungan berupa bantuan pengembangan tanaman Sorgum seluas 15 hektar di wilayah Daiama, Landu Leko. Untuk mendukung penyediaan bibit secara mandiri, juga telah disiapkan pula lahan penangkaran benih Sorgum seluas 3 hektar yang berlokasi di Bolatena.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, Kehadiran pihak legislatif dan dinas terkait ini menjadi langkah sinkronisasi program untuk memastikan hilirisasi dan bantuan pertanian di Kabupaten Rote Ndao dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. (*)







