Warga Resah, Air PDAM Sering Tidak Mengalir

- Tim

Kamis, 14 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROOL • Layanan Perusahaan Air Minum (PDAM) Rote Ndao dikeluhkan. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, suplai air ke pelanggan sering macet. Bahkan, terkadang seminggu hanya sekali mengalir ke rumah-rumah warga, seperti yang dialami warga desa Oeleka, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Oktovianus Manafe warga Desa Oeleka mengatakan terpaksa berulang kali mendatangi kantor PDAM di Namodale, guna mempertanyakan pelayanan PDAM. Dikarenakan karena air sering tidak mengalir namun tidak ada pemberitahuan ke warga terkait apa penyebab air itu macet.

“air jalan sedikit sa, sonde lama dan sonde sampe satu jam su mati,” Cetusnya.

Warga lainnya, Oktovianus Toulasik juga mengakui jika debit yang diterima warga berkurang dan durasi jalannya sangat singkat sehingga tidak bisa membantu warga.

“Kadang seminggu sekali mengalir, itu pun hanya berapa puluh menit air mengalir. Padahal kami bayar PDAM secara rutin, dan tidak ada pemberitahuan dari pegawai PDAM kenapa air tidak mengalir,” ujar Oktovianus Toulasik, kepada media, Selasa (12/5/2020).

Sementara itu, Pdt. Jelly Touselak, salah satu pelanggan PDAM di Desa Oeleka, mengatakan, beberapa bulan terakhir air PDAM di rumah pelayan (rumah pendeta) tidak mengalir. Akibatnya, aktivitas di rumah seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan lainnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ia bersama warga di Desa tersebut berharap agar layanan PDAM kedepan memaksimalkan pelayanan kepada konsumen atau pelanggan.

Dikonfirmasi terpisah, Penjabat sementara (Pjs) PDAM Kabupaten Rote Ndao Abdurrahman Djawas membenarkan, bahwa air sering tidak mengalir lantaran debit air di bak penampungan, akibat mesin pompa yang sudah lama, sehingga tekanan air tidak optimal.

Menurutnya, volume air yang masuk ke bak penampungan tersebut tidak seimbang dengan jumlah konsumen dan pemakaian air masyarakat. Sehingga jumlah kubikasi air yang masuk dan keluar atau tersalurkan kepada masyarakat tidak seimbang.

“Jadi untuk pemerataan pendistribusian air ke pelanggan terpaksa digilir,” ungkap Djawas.

Pihaknya masih mencoba mencari alternatif dari permasalahan tersebut, untuk sementara pihaknya menerapkan sistem buka tutup. Pengaliran air akan dilakukan secara bergantian antara satu jaringan dengan jaringan lainnya.

”Itu mesin tidak kuat untuk angkat air dari sumbernya, dan pelanggan melebihi kapasitas, oleh karena itu kami telah membuat Pemberitahuan kepada Pemkab untuk membantu,” kata Djawas. (*/rn)

Berita Terkait

Antrean Kapal di Tenau Hambat Distribusi, 2.800 Ton Pupuk NPK Segera Masuk Rote Ndao
Cerita dari Tapal Batas, Saat Polri Merajut Harmoni Ramadan di Landu Leko dan Papela
Bupati Rote Ndao Lantik Pejabat Baru: Bekerjalah untuk Tuhan, Bukan untuk Manusia
Bus Rafael Trans Kini Jadi Etalase Produk Lokal Rote Ndao
Info BMKG 13 Maret: Rote Ndao dan Sekitarnya Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
Buntut Tawuran Puluhan Pelajar di Lobalain, Polisi Tegaskan Sanksi Keras Jika Terulang
Benarkah Ekonomi Rote Ndao Tumbuh 7,98 Persen? Intip Ambisi Besar Pemkab di RKPD 2027
Pastikan Mudik Aman, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:52 WITA

Antrean Kapal di Tenau Hambat Distribusi, 2.800 Ton Pupuk NPK Segera Masuk Rote Ndao

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:07 WITA

Cerita dari Tapal Batas, Saat Polri Merajut Harmoni Ramadan di Landu Leko dan Papela

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:27 WITA

Bupati Rote Ndao Lantik Pejabat Baru: Bekerjalah untuk Tuhan, Bukan untuk Manusia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:33 WITA

Bus Rafael Trans Kini Jadi Etalase Produk Lokal Rote Ndao

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:24 WITA

Info BMKG 13 Maret: Rote Ndao dan Sekitarnya Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

Berita Terbaru

BERITA ROTE NDAO

Bus Rafael Trans Kini Jadi Etalase Produk Lokal Rote Ndao

Sabtu, 14 Mar 2026 - 09:33 WITA

Secret Link