Cerdas Cermat Kimia NTT, SMA Kristen Indonesia Sejahtera Rote Ndao Borong Juara

R
Redaksi
19 Sep 2026, 13:41 WITA 3 min baca
Teks

KUPANG, ROOLNEWS.ID — Dua tim perwakilan SMA Kristen Indonesia Sejahtera, Kabupaten Rote Ndao, berhasil memborong gelar Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Kimia SMA/MA Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Kupang, Jumat (18/9/2026).

​Tim C keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan total 1.450 poin dan berhak membawa pulang piala serta uang pembinaan sebesar Rp 8 juta. Sementara itu, Tim B menempati posisi runner-up dengan raihan 1.400 poin dan menerima piala serta uang pembinaan Rp 7 juta. Selisih 50 poin di babak final memastikan persaingan ketat terjadi antara dua tim asal sekolah yang sama.

​Pada partai puncak, kedua tim asal Rote Ndao tersebut mengungguli Grup D SMA Katolik Frateran Ndao yang menempati peringkat ketiga dengan 1.100 poin, serta Grup A SMA Negeri 1 Atambua di peringkat keempat dengan 650 poin.

​Perlombaan bertema “Quiz Competition as a Forum for Developing a Critical, Innovative and Competitive Generation of Chemists” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan diikuti para pelajar SMA/MA se-NTT pada 15–18 September 2026.

Daftar Nama Siswa Peraih Juara

​Gelar Juara 1 diraih oleh Tim C SMA Kristen Indonesia Sejahtera yang diperkuat oleh tiga siswa, yakni Zneijder G. D. Adu, Chevyanto P. Bolu, dan Malfinas Kedoh.

​Adapun Tim B yang mengamankan gelar Juara 2 diawaki oleh Grace J. A. Hakh, Gysca M. A. Henuk, dan Serany D. Kiak.

Tantangan Materi dan Penguatan Mental

​Guru pembimbing, Ramly Kornelis Tupu, S.Pd, Gr., M.M., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para anak didiknya. Pihak sekolah mulanya mengirimkan tiga tim, dan ketiganya berhasil menembus babak semifinal sebelum akhirnya Tim C dan Tim B sukses melangkah ke final.

​”Kami tentu sangat senang dan bersyukur. Anak-anak bisa mencapai sejauh ini berkat usaha, kerja keras, ketekunan, serta campur tangan Tuhan Yesus,” kata Ramly kepada media.

​Ramly menjelaskan, kunci keberhasilan tim berada pada ketekunan, kerja sama, dan pembentukan mental juara. Persiapan dilakukan melalui sesi les tambahan guna mematangkan penguasaan materi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

​Tantangan yang dihadapi para peserta tergolong berat lantaran sebagian siswa masih duduk di kelas XI, sementara materi perlombaan banyak menguji kurikulum kelas XII.

Rekan Sekolah Jadi Lawan Terberat di Final

​Situasi babak final menciptakan dinamika tersendiri bagi para siswa karena harus berhadapan langsung dengan teman satu almamater.

​”Lawan kami adalah dari sekolah kami sendiri yang justru menjadi lawan terberat kami,” ujar salah satu siswa perwakilan. Meski sempat gugup dan mengalami penurunan fokus, kerja sama tim berhasil mengembalikan konsentrasi mereka hingga akhir laga.

​Para pemenang berpesan kepada sesama rekan pelajar untuk tidak patah arang dalam berkompetisi. “Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Tetap andalkan Tuhan dan usahakan yang terbaik.”

​Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras mampu membawa pelajar asal daerah kepulauan terluar seperti Kabupaten Rote Ndao bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat Provinsi NTT. (tim/pfb_rntt)

Bagikan Berita:
Bagaimana perasaan Anda?

Ketuk untuk memberi reaksi — tanpa login.

Float Read Ad (Glass Card — pojok kanan bawah artikel)
Sponsored
Smart Pause Ad (Overlay tengah — muncul saat berhenti scroll)
Sponsored