Penyaluran Beras Tiga Bulan di Rote Ndao Dimulai, Serapan Petani Tembus Rp17,9 Miliar

R
Redaksi
18 Agt 2026, 13:02 WITA 3 min baca
Teks

ROOL – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 kepada 25.487 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Selasa (18/8/2026).

​Pada titik penyaluran Desa Tolama, sebanyak 330 kepala keluarga (KK) menerima beras jatah tiga bulan sekaligus sebesar 30 kilogram per KK, dari hitungan 10 kilogram per bulan. Data penerima bantuan merujuk pada agregat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Triwulan III Tahun 2026 dari Badan Pangan Nasional, yang turut memuat 333 penerima cadangan untuk seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Serapan Beras Petani Tembus Rp17,9 Miliar dan Pasok Tiga Kabupaten

​Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh, S.P., M.Si., melaporkan bahwa Rote Ndao mencatatkan surplus beras sepanjang Januari hingga Juli 2026 berkat kerja bersama dinas, penyuluh, POPT, PBT, dan petani.

​Perum Bulog mencatat penyerapan produksi lokal hingga Juli 2026 terdiri dari 1.357 ton beras dan 229 ton gabah. Berdasarkan rumus konversi 64 persen, akumulasi serapan tersebut mencapai 1.504 ton beras.

​”Kalau kita hitung pendapatan untuk daerah, maka kurang lebih sudah Rp17,9 miliar Bulog membeli beras yang diproduksi oleh bapak, ibu petani,” kata Nixon dalam laporannya di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

​Dari total 1.504 ton cadangan pangan yang diserap, Kabupaten Rote Ndao telah menyuplai 509 ton beras keluar daerah untuk menyokong kebutuhan pangan tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yakni:

  • ​300 ton ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),
  • ​200 ton ke Kabupaten Sabu Raijua, dan
  • ​9 ton ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

​Nixon menjelaskan, sisa cadangan pangan tersebut dialokasikan melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bersama Badan Pangan Nasional dan Bulog. Program ini memegang tiga sasaran pokok bagi masyarakat.

​”Penyaluran bantuan pangan ini punya tiga tujuan utama, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya beras, melindungi daya beli masyarakat, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang rentan guna mengendalikan kerawanan pangan dan menekan risiko stunting,” tegas Nixon.

Bupati Soroti Pola Konsumsi Ternak dan Pencegahan Stunting

​Dalam arahannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menekankan bahwa konsumsi beras memiliki pengaruh besar dalam penilaian status ekonomi keluarga penerima manfaat.

​”Dalam perhitungan kriteria miskin, terutama miskin ekstrem misalnya, kemiskinan itu ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah akses terhadap beras. Perhitungannya itu proporsi beras ini 29 persen lebih, hampir 30 persen. Oleh karena itu, saya berharap dengan bantuan pangan pemerintah ini, bapak mama bisa menggunakan beras ini dengan baik,” ujar Bupati.

Bupati turut menyoroti kebiasaan masyarakat yang enggan menyembelih hewan ternak sendiri untuk konsumsi keluarga, melainkan menyimpannya hanya untuk menyambut tamu atau menjualnya demi sumbangan pesta (tu’u).

Bupati menginstruksikan Pemerintah Desa Tolama beserta jajaran perangkat daerah untuk aktif mengedukasi para orang tua agar rutin memberikan asupan daging dan protein hewani bagi anak-anak di rumah.

Bupati Paulus juga meminta seluruh jajaran camat, kepala desa, dan lurah mengawal distribusi bantuan beras agar tersalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, serta memenuhi tertib administrasi.(**)

Bagikan Berita:
Bagaimana perasaan Anda?

Ketuk untuk memberi reaksi — tanpa login.

Float Read Ad (Glass Card — pojok kanan bawah artikel)
Sponsored
Smart Pause Ad (Overlay tengah — muncul saat berhenti scroll)
Sponsored