ROOLNEWS.ID – Kesiapan arena balap kejuaraan daerah Open Grasstrack Bupati Rote Ndao Cup I yang diselenggarakan oleh Sasando Motor Rote Club bersama Dispora Kabupaten Rote Ndao, telah mencapai 90 hingga 95 persen menjelang pembukaan acara di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (30/9/2026).
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Penjabat Sekda Rote Ndao, Daniel W. Nalle, memastikan kelayakan lintasan balap setelah melalui tahap peninjauan serta sesi uji coba langsung oleh para pembalap.
”Hasil pantauan dan uji coba arena di lokasi sudah mencapai 90 hingga 95 persen. Banyak putaran yang dilalui pembalap dan tidak ada yang jatuh. Ini menjadi indikator awal bahwa sirkuit aman dan siap,” ujar Daniel.
Sejumlah pembalap dari luar kabupaten, seperti Ende dan Maumere, tercatat telah menjajal lintasan untuk memastikan aspek keselamatan rintangan sirkuit.
Jadwal Pertemuan Teknis dan Legalitas Acara
Setelah peninjauan lintasan, panitia pelaksana merampungkan tahapan administratif dan koordinasi teknis. Daniel menyebutkan bahwa agenda final meeting serta technical meeting (TM) digelar sebelum sesi latihan resmi dimulai pada Kamis.
Terkait aspek keamanan dan legalitas penyelenggaraan, pihak panitia telah berkoordinasi langsung dengan jajaran Polres Rote Ndao untuk penerbitan izin keramaian di lokasi perlombaan.
Langkah ini diambil guna memastikan jalannya kejuaraan otomotif daerah tersebut mematuhi seluruh prosedur regulasi keamanan publik.
Alokasi Hadiah 17 Kelas dan Dampak Ekonomi Lokal
Dari segi pembiayaan perlombaan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengucurkan anggaran senilai Rp 80 juta melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk bonus serta hadiah para pemenang di 17 kelas balapan.
Kebutuhan operasional kegiatan didukung skema kemitraan sponsor, termasuk bantuan senilai Rp 10 juta dari Bank NTT serta partisipasi berbagai pihak lain.
Ajang balap motor ini diproyeksikan sebagai wadah penjaringan dan pembinaan atlet balap daerah menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Di luar target prestasi olahraga, aktivitas di arena balap mulai menggerakkan roda ekonomi warga setempat. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang makanan di sekitar sirkuit, mulai mencatatkan transaksi penjualan.
”Selain persiapan olahraga, target kita adalah peningkatan kesejahteraan UMKM. Penjual makanan di sekitar arena sudah merasakan dampaknya,” kata Daniel.
Kejuaraan daerah ini turut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) melalui penarikan retribusi parkir kendaraan pengunjung sebesar 10 persen selama kegiatan berlangsung. (**)