ROOL – Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan menginstruksikan seluruh personel Polres Rote Ndao hingga Kapolsek jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi potensi unras serta memetakan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Rote Ndao, Senin (10/08/2026).
Arahan tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan rutin apel jam pimpinan di halaman Mapolres Rote Ndao. Agenda ini digelar agar setiap penekanan dan kebijakan pimpinan dapat tersampaikan secara langsung untuk segera dilaksanakan oleh seluruh unit kerja.
Dalam kesempatan itu, AKBP Henry Eko Irawan menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dari masing-masing satuan fungsi. Langkah ini diperlukan guna mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Pemetaan Potensi Gangguan dan Penguatan Dalmas
Kapolres Rote Ndao meminta Satuan Pengendalian Massa (Dalmas) untuk terus mengasah kemampuan teknis di lapangan. Hal ini bertujuan agar personel siap menghadapi dinamika perkembangan situasi keamanan.
”Terutama kerangka dalmas harus solid dan terus berlatih dalam menghadapi setiap perkembangan situasi di lapangan,” kata AKBP Henry Eko Irawan.
Selain kesiapan unit teknis, fungsi intelijen juga diperintahkan untuk bergerak cepat. Satuan Intelkam diminta segera melakukan pemetaan (mapping) terhadap titik-titik rawan gangguan keamanan.
Pimpinan Polres Rote Ndao tersebut menginstruksikan jajaran Intelkam untuk memperkuat jalur komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi ini mencakup tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda di wilayah Kabupaten Rote Ndao.
Pengawasan Pelayanan Publik dan Piket Tahanan
Tidak hanya pengawasan eksternal, penataan internal juga menjadi fokus utama dalam arahan pimpinan tersebut. Sektor Seksi Propam secara khusus diperintahkan untuk memperketat pengawasan terhadap kinerja anggota, baik dalam pelayanan publik maupun dalam pelaksanaan tugas harian.
Pengawasan terhadap pilar pelayanan masyarakat serta piket jaga tahanan diminta untuk dimaksimalkan tanpa celah. Hal ini untuk memastikan standar pelayanan berjalan optimal dan aspek keamanan markas tetap terjaga.
”Khusus untuk Propam, terus tingkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota terutama pelayanan publik dan jaga tahanan. Maksimalkan personel untuk memastikan layanan yang optimal bagi masyarakat serta pengawasan ketat terhadap piket jaga tahanan,” tegasnya.
Penegakan disiplin anggota ditekankan harus dimulai dari hal-hal mendasar, seperti kehadiran pada pelaksanaan apel pagi hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan tugas pokok fungsi (tupoksi) di masing-masing bidang.
Larangan Judi Online Hingga Edukasi Karhutla
Di sisi lain, AKBP Henry Eko Irawan memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran untuk menjaga marwah dan citra institusi kepolisian. Seluruh personel dilarang keras terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
Bentuk pelanggaran yang menjadi penekanan utama meliputi keterlibatan dalam tindak pidana, penyalahgunaan narkotika, hingga praktik judi online. Pelanggaran terhadap poin-poin tersebut ditegaskan akan merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Menghadapi perubahan cuaca, pimpinan Polres Rote Ndao turut menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seiring datangnya musim kemarau di wilayah hukum Polda NTT, personel kepolisian diwajibkan aktif melakukan edukasi pencegahan kepada masyarakat. (**)