ROOL – Guru-guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Kabupaten Rote Ndao mulai menyiapkan metode pembelajaran kontekstual untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah tersebut diawali melalui penyusunan Modul Ajar yang dilakukan bersama Seksi Pendidikan Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Rote Ndao pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan penyusunan ini mengintegrasikan metode Deep Learning (pembelajaran mendalam) dan pendidikan karakter berbasis cinta. Melalui pendekatan tersebut, materi pembelajaran diarahkan agar memuat nilai cinta kemanusiaan serta cinta lingkungan yang menyentuh langsung kehidupan nyata para peserta didik.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAK SMA Rote Ndao, Yedid Bessie, menilai perubahan dalam pola pengajaran kini menjadi hal yang mendesak. Menurutnya, proses edukasi harus berjalan dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman.
”Kita tidak bisa hanya mengajar siswa di dalam kelas,” ujar Yedid Bessie.
Integrasi Aksi Sosial dan Kelestarian Alam
Yedid menjelaskan lebih lanjut bahwa melalui modul baru ini, siswa akan dibimbing untuk mencintai sesama manusia dan menjaga kelestarian alam sekitar. Nilai-nilai tersebut nantinya diterapkan langsung oleh siswa melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat.
Beberapa program konkret yang didorong dalam modul ini meliputi aksi menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kepedulian sosial. Pihak sekolah juga diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi antar mata pelajaran guna membekali siswa dengan keterampilan terintegrasi dalam menghadapi masa depan.
”Kami ingin menghasilkan modul yang membentuk siswa beriman dan peduli lingkungan,” kata Yedid.
Pendidikan agama di sekolah diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa melepaskan fondasi utamanya, yaitu nilai iman dan karakter. Yedid berharap modul ajar yang telah disusun ini dapat menjadi panduan bersama bagi seluruh guru PAK di Rote Ndao agar mampu melahirkan generasi yang kreatif, peduli, dan berdaya saing. (**)







