#UMKM Hebat, Indonesia Kuat
ROOL – Ekspansi sektor kuliner mulai bergerak menyasar kawasan industri strategis. Warung Om Isak resmi membuka cabang kedua di kawasan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), Desa Mata Sio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (30/5/2026).
Langkah ini diambil guna menangkap peluang ekonomi dari tingginya aktivitas pembangunan dan operasional di pusat industri garam tersebut. Pemilik Warung Om Isak, Naomi Mengeanak, menjelaskan bahwa penempatan cabang baru ini didasarkan pada prospek kepadatan tenaga kerja di masa mendatang.
”Kedepannya tambak garam nasional ini akan menjadi ramai karena tenaga kerjanya beribu-ribu orang pekerja di tambak garam nasional ini,” ujar Naomi, Sabtu (30/5/2026).
Potensi Pasar K-SIGN dan Jalur Pariwisata
Proyeksi penyerapan tenaga kerja di K-SIGN terhitung masif. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), proyek strategis nasional ini diproyeksikan bakal menyerap antara puluhan ribu tenaga kerja secara keseluruhan, di mana fase pertama pengerjaan lahan seluas 616 hektar kini telah selesai 100 persen dan siap memulai produksi komersial.
Selain menyasar sektor industri, lokasi cabang baru ini berada di jalur perlintasan pariwisata. Jalur tersebut menghubungkan akses ke dua destinasi utama di Kabupaten Rote Ndao, yakni wisata Mulut Seribu (Lokonamon) dan wisata Laut Mati yang terletak di Kecamatan Landu Leko. Volume kunjungan wisatawan ke kedua lokasi tersebut terus meningkat dari hari ke hari.
Pilihan Menu dan Jaminan Kehalalan
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian para pekerja tambak garam serta para pelancong, cabang kedua Warung Om Isak menyediakan berbagai variasi menu makanan. Pilihan menu yang tersedia antara lain nasi ikan, nasi ayam kampung, serta nasi telur.
Warung ini juga menyediakan aneka pilihan minuman, baik dalam kondisi panas maupun dingin. Mengenai kualitas produk, Naomi memastikan seluruh komoditas kuliner yang dijual di tempatnya diolah secara higienis, terjamin halal, serta dipatok dengan harga yang tetap terjangkau bagi daya beli masyarakat setempat. (*/rsl)






