16th ANNIVERSARY
2026
Rote Ndao

Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Kodim 1627/Rote Ndao Targetkan Rampung Juli 2026

• 2 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syarat Pengurus Kopdes Merah Putih 2026: Wajib SLIK OJK & Bebas Konflik Kepentingan

ilustrasi by rotendao.com

ROOL – Kodim 1627/Rote Ndao terus memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek yang berjalan sejak November 2025 ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juli 2026.

​Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kavaleri Kurnia Santiadi Wicaksono, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas koperasi ini ditargetkan dapat mulai dimanfaatkan oleh masyarakat pada Agustus 2026 mendatang. Saat ini, pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut secara bertahap.

​Menurutnya, saat ini progres pembangunan KDMP klaster satu telah mencapai sekitar 78 persen dan difokuskan pada pemasangan atap serta tahap finishing bangunan. Sementara itu, pembangunan klaster tiga sudah memasuki tahap pengerjaan pondasi.

​Kendati menunjukkan tren positif, Letkol Kurnia tidak menampik bahwa pelaksanaan proyek di lapangan menghadapi tantangan berat dari segi geografis. Wilayah Rote Ndao yang didominasi oleh lahan berbatu karang membuat proses pengerjaan berjalan lambat. Struktur tanah yang keras membuat proses cut and fill atau pematangan lahan membutuhkan waktu lebih lama, bahkan harus menggunakan alat berat khusus.

​”Di Desa Kuli, pekerjaan pembukaan lahan memakai breaker hampir satu setengah bulan,” tutur Letkol Kurnia menjelaskan kerasnya medan karang di lokasi proyek.

​Selain kendala geografis, keterbatasan material juga menjadi hambatan tersendiri dalam pembangunan ini. Kebutuhan batu split untuk struktur bangunan terpaksa diperoleh dari material lokal hasil pecahan manual oleh masyarakat setempat.

​Namun, keterbatasan tersebut justru dimanfaatkan Kodim 1627/Rote Ndao untuk memberdayakan masyarakat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan membeli material dari warga, perputaran ekonomi desa dapat langsung berjalan sejak proyek dimulai. Menurut Letkol Kurnia, sekitar 40 hingga 50 persen anggaran pembangunan langsung dibelanjakan kepada masyarakat Rote Ndao sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang kerja bagi warga desa. (*)

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
Meksi Mooy Dorong Peran Lembaga Adat Guna Sokong Wisata Telaga Nirwana
← Sebelumnya Meksi Mooy Dorong Peran Lembaga Adat Guna Sokong Wisata Telaga Nirwana
Dilema Penertiban BBM di Rote Ndao, Antara Aturan Tegas dan 'Toleransi' yang Berulang
Selanjutnya → Dilema Penertiban BBM di Rote Ndao, Antara Aturan Tegas dan ‘Toleransi’ yang Berulang
Bagikan
WhatsApp Facebook