16th ANNIVERSARY
2026
Opini

Dari Rote Ndao, Masa Depan STEM Indonesia Dimulai

• 3 menit membaca

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Rote Ndao, Masa Depan STEM Indonesia Dimulai

Siswa-siswi tengah mengikuti kegiatan belajar di sebuah ruang kelas dengan latar belakang tabel periodik unsur kimia yang menghiasi dinding | Foto: dok. istimewa

ROOLNEWS.ID • Kabar kemenangan siswa-siswi SMA Kristen Indonesia Sejahtera (ISRA) Rote Ndao sebagai Juara 1 dan Juara 4 Cerdas Cermat Kimia XIV Undana Kupang menjadi percikan api yang menyalakan diskusi hangat di grup Rote Bergerak. Namun, kemenangan ini lebih dari sekadar piala dan kebanggaan sesaat. Ini adalah penanda, sebuah langkah pertama dari perjalanan panjang masa depan sains Indonesia yang ternyata bisa dimulai dari sini, dari tanah kita, Rote Ndao.

Anak-anak kita dari Kuli Aisele, sekitar 25 menit dari Baa, telah membuktikan sesuatu yang fundamental, semangat, kerja keras, dan bimbingan yang tepat mampu meruntuhkan anggapan bahwa Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) adalah monopoli kota besar dengan segala kemewahan fasilitasnya. Mereka menunjukkan bahwa dari sebuah ruang kelas sederhana yang dihiasi tabel periodik, mimpi besar bisa diraih.

Prestasi ini memaksa kita untuk melihat lebih jauh. Diskusi yang berkembang membawa kita pada refleksi tentang India, sebuah negara yang membangun dominasi teknologinya di atas fondasi tradisi ilmiah yang panjang. Sejak abad ke-5 dengan konsep sinus dan kosinus dari Aryabhata, hingga angka nol dan sistem desimal dari Brahmagupta pada abad ke-7, mereka menghargai warisan ilmunya. Pembangunan Indian Institute of Technology (IIT) pada 1950-an adalah kelanjutan logis dari tradisi itu, yang kini hasilnya dituai dalam bentuk jutaan insinyur.

Indonesia sebenarnya tidak kalah. Kita punya Borobudur sebagai mahakarya matematika dan arsitektur, perahu Pinisi sebagai bukti penguasaan maritim dan astronomi, hingga sistem irigasi Subak dan farmasi tradisional jamu. Namun, kita sering kali menempatkan warisan agung ini sebatas “kearifan lokal”, bukan sebagai ilmu pengetahuan yang setara dengan sains modern. Inilah yang perlu kita ubah.

Kemenangan anak-anak ISRA adalah bukti sahih bahwa benih STEM dapat tumbuh subur di pinggiran negeri. Sekarang, bayangkan jika potensi ini kita pupuk bersama. Bayangkan jika sekolah-sekolah di Rote Ndao, yang hingga kini belum berkolaborasi, mau bekerja sama. Bayangkan jika kurikulum sains kita tidak lagi abstrak, tetapi dikontekstualisasikan dengan potensi lokal yang melimpah: kelor, jagung, ubi, hingga rumput laut. Pembelajaran tidak akan lagi berhenti di teori, melainkan hidup dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat kita.

Peluang itu kini terbuka di depan mata. Kebijakan LPDP 2026 yang memprioritaskan STEM bisa menjadi jembatan emas bagi anak-anak Rote Ndao. Jika kebijakan ini konsisten, prestasi mereka tidak akan berhenti pada piala lomba, tetapi bisa membawa mereka ke universitas terbaik dunia. Mereka akan pulang sebagai peneliti, insinyur, dan inovator yang kita butuhkan untuk menyalakan mesin pembangunan di negeri ini, dimulai dari kampung halaman mereka sendiri.

India butuh puluhan tahun. Perjalanan kita pun akan panjang. Namun, setiap perjalanan besar selalu dimulai dengan satu langkah pertama. Dan hari ini, langkah itu telah lahir di Rote Ndao.

Oleh: Antonetta Maryanti Lengo
(Penggiat Literasi dan Anggota Komunitas KAMu Rote Ndao)

Editor : Redaksi

Ikuti Berita ROOLNEWS.id di Google News Dapatkan berita terbaru dan terpercaya langsung di feed Google News Anda
Terverifikasi Google News
IKUTI
OPINI
Tingkatkan Pelayanan, Dua Jabatan Strategis di Polres Rote Ndao Diisi Pejabat Baru
← Sebelumnya Tingkatkan Pelayanan, Dua Jabatan Strategis di Polres Rote Ndao Diisi Pejabat Baru
Modus Kirim Umbi Walur, Penipu Jual Beli Porang di Rote Ndao Ditangkap
Selanjutnya → Modus Kirim Umbi Walur, Penipu Jual Beli Porang di Rote Ndao Ditangkap
Bagikan
WhatsApp Facebook