ROOLNEWS.ID – Kondisi cuaca buruk yang menghambat suplai BBM dari Kupang ke Rote Ndao mulai berdampak pada munculnya praktik perdagangan BBM tidak resmi yang merugikan masyarakat. Sejak Sabtu (17/01/2026), Sat Reskrim Polres Rote Ndao meningkatkan monitoring guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai aturan HET.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P., mengungkapkan bahwa keterlambatan suplai dimanfaatkan oleh sejumlah pengecer untuk mencari keuntungan tidak wajar. Berdasarkan hasil pengawasan Unit Tipidter, ditemukan pengecer yang sengaja mengurangi takaran BBM jenis Pertamax hingga tersisa 500 ml sampai 700 ml per botol namun tetap dijual dengan harga tinggi, yakni Rp15.000.
”Personel kami hanya mengedepankan upaya persuasif dan memberikan edukasi bagi pengecer agar dapat menyesuaikan harga dan ukuran sesuai HET,” jelas AKBP Mardiono.
Saat ini, koordinasi terus dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Operator penyuplai BBM untuk memastikan kestabilan pasokan. Kapolres berharap masyarakat bersabar menghadapi kendala suplai yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat tersebut. (*)







