ROOLNEWS.ID – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., mengarahkan pengembangan olahraga tahun 2027 pada penguatan pembinaan atlet, penataan organisasi, serta penyelenggaraan kompetisi yang terhubung dengan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Arahan tersebut disampaikan Paulus saat memimpin rapat bersama jajaran pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga (cabor) di Aula TBUPP, Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (29/10/2026) sore. Rapat ini digelar untuk menyelaraskan program pengembangan olahraga sekaligus memperkuat kesiapan organisasi dalam mencetak prestasi.
Dalam arahannya, Paulus menekankan bahwa pembangunan olahraga membutuhkan tata kelola organisasi yang baik. Nilai sportivitas, integritas, dan keteladanan harus menjadi pegangan pengurus, disertai konsistensi dalam menaati regulasi serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Terkait penataan organisasi, cabor yang masa bakti kepengurusannya telah berakhir diminta segera melaksanakan mekanisme pergantian atau pembaruan pengurus sesuai ketentuan masing-masing. Penyesuaian kepengurusan juga wajib memperhatikan aturan rangkap jabatan dalam AD/ART KONI 2026.
Pada aspek pembinaan, Paulus meminta setiap cabor menyiapkan program kerja dan turnamen yang terencana sebagai wadah penjaringan bakat dan peningkatan jam terbang atlet. Salah satu rencana yang dibahas adalah penyelenggaraan liga sepak bola antardesa secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga putaran tingkat kabupaten. Cabor lainnya juga diminta menyiapkan turnamen sesuai karakteristik dan potensi masing-masing.
Lebih lanjut, Paulus menegaskan perlunya penyusunan kalender event olahraga terpadu dari seluruh cabor. Kalender ini nantinya diselaraskan dengan kalender wisata dan agenda publik daerah agar penyelenggaraannya lebih terkoordinasi serta berdampak langsung pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Olahraga tidak hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, kalender kompetisi harus tertata dan selaras dengan agenda wisata daerah agar UMKM kita ikut bergerak,” ujar Paulus.
Kehadiran atlet, pendamping, dan penonton dalam setiap turnamen dinilai dapat mendorong permintaan terhadap sektor kuliner, transportasi, penginapan, hingga produk UMKM lokal.
Untuk mendukung pelaksanaan program tahun 2027, Ketua KONI juga memberi perhatian pada penguatan pembiayaan melalui rencana tambahan anggaran bagi KONI. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pelaksanaan program kerja setiap cabor, dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Selain program rutin, rapat tersebut turut membahas persiapan Rote Ndao sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027, serta tuan rumah cabang olahraga selancar ombak (surfing) pada PON 2028 bersama Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Pembahasan difokuskan pada kesiapan sarana, pembinaan atlet, serta koordinasi lintas sektor.
Melalui langkah-langkah tersebut, pengurus KONI dan seluruh cabor diharapkan mampu membangun pembinaan yang terarah, organisasi yang tertib, serta kompetisi yang mendongkrak prestasi sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Rote Ndao. (**)