ROOLNEWS.ID – Kabupaten Rote Ndao mencatatkan posisi penting dalam peta kesehatan internasional dengan terpilih sebagai satu-satunya wilayah di kawasan Asia Pasifik yang menerima dukungan Rotary Global Grant untuk intervensi malaria tahun ini.
Program yang didanai oleh Rotarian Against Malaria (RAM) dengan dukungan Australian Rotarian Against Malaria (ARAM) ini merupakan bagian dari inisiatif global yang menjangkau 34 negara di dunia.
Informasi mengenai dukungan strategis ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (27/2/2026) kemarin, di Umera Kofie, Kupang.
Seluruh pelaksanaan program tersebut akan difokuskan di Rote Ndao guna memperkuat sistem diagnosis malaria melalui rangkaian kegiatan teknis yang mencakup pelaksanaan community assessment, pengadaan perangkat mikroskop, serta pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan yang akan bertugas sebagai tenaga cross checker malaria di tingkat lokal.
Intervensi tahap pertama dijadwalkan akan dimulai pada 25 April mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia. Dua wilayah yang ditetapkan menjadi prioritas awal dalam penguatan sistem deteksi dan pengendalian ini adalah Kecamatan Rote Timur dan Kecamatan Landuleko. Setelah tahap awal tersebut, program akan dilanjutkan dengan implementasi teknis dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan guna memastikan efektivitas penanganan di lapangan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari koordinasi program, tim Rotary Club Kupang Victory sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memaparkan hasil grant sekaligus memastikan bahwa seluruh rangkaian program dapat terintegrasi sepenuhnya dengan kebijakan daerah serta sistem pelayanan kesehatan yang sudah berjalan.
Dukungan berskala global ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam memperkuat kapasitas daerah sekaligus mempercepat upaya eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan jaringan kemanusiaan internasional, program ini bertujuan menciptakan sistem deteksi yang lebih tangguh demi kesehatan masyarakat di wilayah terselatan Indonesia tersebut. (*)







