ROOL – Komisi II DPRD Kabupaten Rote Ndao merekomendasikan pengembalian sejumlah tenaga medis yang dimutasi keluar dari UPTD Puskesmas Ndao kembali ke formasi awal mereka. Rekomendasi ini mencuat dalam Rapat Kerja bersama Dinas Kesehatan, BKPSDM, dan Kepala Puskesmas Ndao di Kantor DPRD Rote Ndao, Selasa (5/6/2026).
Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy, S.Pd., mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, beberapa tenaga medis dipindahtugaskan tanpa adanya rekomendasi dari Kepala Puskesmas Ndao. Berdasarkan data, terdapat enam tenaga medis yang terdiri dari perawat, bidan, dan sanitarian yang dimutasi antara tahun 2023 hingga 2024 ke Puskesmas Baa, Oelaba, dan Sotimori.
”Para ASN yang mengambil formasi awal di Puskesmas Ndao wajib dikembalikan,” tegas Meksi Mooy dalam poin rekomendasi rapat tersebut.
Selain pengembalian personel, Komisi II mendorong penambahan total 15 tenaga medis. Jumlah ini mencakup enam personel yang wajib dikembalikan dan sembilan tenaga tambahan berdasarkan pertimbangan teknis Dinas Kesehatan. Langkah ini diambil guna mengatasi ketimpangan jumlah SDM, di mana saat ini Puskesmas Ndao hanya memiliki 27 tenaga medis dari kebutuhan ideal sebanyak 53 orang.
Kondisi kekurangan personel tersebut berdampak pada pola kerja, di mana tenaga medis yang ada terpaksa menjalankan sistem kerja shift secara berulang untuk menjaga kestabilan pelayanan.
Terkait kesejahteraan, Komisi II juga merekomendasikan kenaikan insentif bagi tenaga medis di wilayah tersebut dari Rp1.000.000 menjadi Rp2.000.000. Usulan kenaikan ini mempertimbangkan tingginya biaya transportasi laut, mahalnya harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan, serta minimnya fasilitas rumah dinas yang mengharuskan nakes menyewa tempat tinggal dengan biaya tinggi.
Mengenai dinamika di media sosial, Komisi II meminta manajemen Puskesmas Ndao menunjuk satu orang pengelola akun informasi agar tidak terjadi simpang siur. Terhadap oknum yang menyebarkan isu di media sosial, Komisi II meminta agar tidak dilakukan tindakan hukum atau administratif lebih lanjut demi menjaga mentalitas dan semangat kerja para ASN dalam melayani masyarakat.
Kepala Puskesmas Ndao memastikan bahwa meskipun terjadi kekurangan personel, hingga saat ini seluruh unit pelayanan di Puskesmas Ndao tetap beroperasi sebagaimana mestinya. (**)







