ROOLNEWS.ID – Suasana sukacita menyelimuti masyarakat Kecamatan Rote Tengah, persisnya di Desa Persiapan Daefadin, Rote Tengah, Senin (21/4/2025). Perjuangan dan kerja keras petani beberapa bulan lalu saat menanam padi kini membuahkan hasil dengan hamparan padi menguning keemasan siap dipanen.
Sukacita ini turut dirasakan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, dan Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, yang hadir langsung dalam kegiatan Panen Raya di kompleks persawahan Delahu.
Momen panen raya ini dimanfaatkan Bupati Paulus untuk berdialog langsung, mendengarkan, dan menanggapi aspirasi para petani terkait infrastruktur pertanian serta kebutuhan produksi. Ia menegaskan komitmennya menindaklanjuti keluhan tersebut demi mendukung ketahanan pangan melalui program Mbule Sio “ROTE BERTANI”.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin, Ketua TP PKK Rote Ndao, sejumlah pimpinan OPD terkait termasuk pihak Dinas Pertanian, Camat Rote Tengah, Kapolsek Rote Tengah, Babinsa, para Penjabat (Pj) Kepala Desa Lima Koli dan Desa Persiapan DaiFadin, serta para petani anggota kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus mengapresiasi semangat para petani dan memberikan motivasi serta perhatian untuk peningkatan kesejahteraan mereka.
Beri Solusi Konkret
Menjawab berbagai keluhan, Bupati Paulus menjanjikan solusi konkret. Untuk saluran irigasi yang tersumbat, tim teknis akan segera diturunkan minggu ini untuk pengecekan dan mencari alternatif solusi, baik pembersihan maupun pembuatan jalur baru.
Terkait optimalisasi lahan sawah (sekitar 20 dari 70 hektar yang belum tergarap), Bupati meminta data segera diserahkan ke Dinas Pertanian untuk dimasukkan dalam program optimalisasi lahan sawah yang didukung dana pusat. Untuk mendukung pengolahan lahan potensial yang masih terkendala.
“Para petani punya lahan, kita turunkan alat berat. Kita balik (olah) itu tanah. Kalau suruh bapak Ibu kerja sendiri, berat. Kita harus turunkan alat untuk bantu,” ungkap Bupati Paulus.
Masalah pupuk dan BBM bersubsidi juga menjadi perhatian serius. Bupati menegaskan komitmen memberantas praktik penyimpangan dan meminta petani aktif melapor jika menemukan pengecer nakal yang menjual pupuk di atas harga ketentuan.
Permintaan jalan tani, pagar kawat duri, dan bibit padi unggul juga direspons positif dengan penugasan kepada dinas terkait untuk telaah dan penganggaran, termasuk meminta kesepakatan tertulis dari petani untuk pembebasan lahan jalan tani.
Bupati Paulus dalam kesempatan itu juga kembali menyinggung konsep “Gerakan Mai Fali E Tahap Dua”, yakni gerakan memberikan hati dan pikiran untuk membangun Rote Ndao melalui kontribusi di berbagai bidang, termasuk kerja keras petani di lahannya masing-masing.
Komitmen ini, tegasnya, sejalan dengan fokus pemerintah daerah mendorong sektor pertanian, perikanan, dan peternakan melalui program unggulan Mbule Sio “ROTE BERTANI”.
Kebanggaan Wakil Bupati di Hari Kartini
Terpisah, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, turut mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan panen raya tersebut. Momen sukacita di masyarakat ini, juga istimewa bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April, membuatnya merefleksikan makna perjuangan emansipasi perempuan.
Ia mengenang kembali masa kecilnya saat ikut memanen padi bersama orang tua di Desa Oeledo.
“Puji Tuhan, ada kebanggaan tersendiri di hati beta saat sama-sama panen raya,” ujarnya. Kenangan tersebut, lanjutnya, kini terasa berbeda saat ia hadir bukan lagi sekadar sebagai bagian dari keluarga petani, melainkan sebagai seorang pemimpin perempuan.
Ia menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam turut serta memajukan daerah, termasuk dalam mengawal keberhasilan sektor pertanian seperti yang dirayakan hari itu.(*/rn)