ROOL – Penempatan sejumlah fasilitas kebersihan oleh Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Rote Ndao pada Rabu (15/4/2026) menjadi momentum penguatan kesadaran lingkungan. Pastor Moderator Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao, RD Peter Seto Dai, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan simbol dari pentingnya edukasi ekologis yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Menurut RD Peter, keterlibatan kaum muda Katolik dalam menangani persoalan sampah adalah wujud nyata kehadiran Gereja dalam menjawab persoalan sosial. Ia memandang bumi sebagai Rumah Bersama yang kelestariannya harus dijaga demi keberlangsungan ekosistem.
“ini adalah bentuk kehadiran Gereja yang diwakili Pemuda Katolik untuk peduli terhadap masalah sosial. Bakti sosial ini tidak sekadar menyediakan fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat,” ungkap RD Peter.
Aksi bakti sosial ini tidak hanya menyasar kawasan wisata Kolam Oemau di Desa Persiapan Loman yang menjadi sumber mata air vital, tetapi juga menjangkau berbagai lembaga strategis. Pemuda Katolik turut menyalurkan tong sampah ke Polres Rote Ndao, BPJS Kesehatan, dan Apotek K-24.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao, Ida Farida Jemida, mengungkapkan bahwa gerakan ini telah direncanakan sejak empat bulan lalu sebagai bukti nyata kepedulian pemuda.
”kami memulai dari Oemau karena ini sumber mata air utama. Ke depan, kami akan melanjutkan aksi melalui program Ecobrick berkolaborasi dengan Relawan Sampah dan komunitas Rote Bergerak agar persoalan sampah ini tuntas dari hulu ke hilir,” jelas Ida.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai inisiatif ini sangat sinkron dengan program pemerintah daerah, yakni Mbule Sio (Sembilan Agenda Perubahan), khususnya pada pilar Rote Ndao Sehat dan Rote Ndao Cerdas.
Bupati Paulus menekankan bahwa perubahan besar di daerah memerlukan peran pemuda sebagai agen kontrol sosial. Ia juga memaparkan rencana peningkatan sistem pengelolaan sampah dari metode open dumping menjadi sanitary landfill yang direncanakan dibangun di Desa Maubesi.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan dan kolaborasi masyarakat memiliki dampak linier terhadap kemajuan ekonomi. Berdasarkan data, laju pertumbuhan ekonomi Rote Ndao meningkat signifikan dari 3,2 persen menjadi 7,96 persen pada tahun lalu.
”Aktivitas masyarakat, termasuk belanja lokal dan geliat UMKM, sangat berkontribusi pada pertumbuhan ini. Jika kolaborasi menjaga lingkungan dan harmoni seperti ini terus dilakukan, maka perubahan di Rote Ndao akan terjadi lebih cepat,” tegas Paulus.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan simbolis tong sampah dari Pemuda Katolik kepada Bupati Rote Ndao, disaksikan oleh Camat Lobalain Marthen Huan, Penjabat Kades Loman Viktor Lonak, para Lurah, Maneleo, serta jajaran pengurus Pemuda Katolik termasuk penasihat Pius Mali dan pembina Yulius Kismono. (*/RN)







