ROOLNEWS.ID – Masalah kelistrikan di Kabupaten Rote Ndao memasuki babak baru dengan tingginya tempo pemadaman sejak tahun 2025 hingga awal 2026. Selain faktor cuaca yang menghambat distribusi BBM, lemahnya pemeliharaan jaringan juga menjadi sorotan utama.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao menilai kondisi ini merupakan masalah berulang yang mencerminkan kurangnya profesionalisme PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao.
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy, menyoroti ketidaksiapan PLN dalam menghadapi hambatan distribusi BBM yang hampir setiap tahun terjadi saat cuaca ekstrem. Sebagai daerah kepulauan, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik sangat tinggi, sehingga alasan cuaca tidak semestinya terus dijadikan pembenaran.
”Rote Ndao adalah daerah kepulauan dan listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Jika setiap tahun cuaca buruk terus dijadikan alasan, itu menunjukkan PLN tidak pernah berbenah,” ujar Denison, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, keterlambatan distribusi BBM ke PLTD seharusnya sudah bisa diantisipasi melalui perencanaan yang matang. Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan negara, PLN memikul tanggung jawab penuh terhadap pelayanan publik yang tidak boleh terhenti oleh siklus cuaca tahunan.
Selain persoalan pasokan BBM, DPRD juga memberikan catatan serius terhadap kualitas pemeliharaan jaringan listrik. Berdasarkan data yang dihimpun, tempo pemadaman listrik di Rote Ndao tergolong cukup tinggi sepanjang tahun 2025 hingga memasuki awal tahun 2026.
Denison menilai pemeliharaan rutin yang dilakukan selama ini terkesan hanya formalitas karena sering kali disertai dengan pemadaman listrik yang intens. Kondisi tersebut memicu gejolak serta pro dan kontra di tengah masyarakat yang merasa dirugikan secara langsung.
Mewakili lembaga legislatif, Denison mendesak PLN ULP Rote Ndao untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia meminta pihak PLN menyiapkan skema distribusi BBM yang lebih adaptif dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah kepulauan.
Sebagai tindak lanjut atas situasi ini, DPRD Rote Ndao berencana memanggil pihak PLN ULP Rote Ndao beserta jajaran terkait dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan detail mengenai langkah-langkah antisipasi konkret terhadap kelangkaan BBM serta strategi penanganan gangguan pasokan listrik agar masalah serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (*)







