ROOLNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, atau yang lebih akrab disapa masyarakat dengan panggilan “Papa Bo’i“, terus melakukan langkah koordinasi intensif guna merespons krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda PLN Rote. Julukan Papa Bo’i ini melekat erat pada sosoknya karena gaya kerjanya yang khas, yakni kerap melakukan seruan telepon koordinasi lintas sektor secara terbuka dan ditayangkan langsung kepada publik saat memperjuangkan aspirasi warga.
Merespons banyaknya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik ekstrem, Papa Bo’i ini bergerak cepat memastikan jadwal teknis pengiriman pasokan energi ke Rote Ndao. Berdasarkan hasil koordinasinya dengan pihak PLN, ia membeberkan detail rencana pergerakan armada pengangkut BBM.
”Terkait kendala BBM PLN Rote itu, saya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait karena banyak masyarakat mengeluh. Info dari pihak PLN bahwa tanggal 26 Januari 2026, estimasi jam 12.00 proses loading BBM kurang lebih 180 KL dengan Kapal Navigasi. Target berlayar Kapal Navigasi menuju PLTD Rote jam 18.00 tanggal 26 Januari 2026 sampai dengan 27 Januari 2026. Target ketibaan kapal Navigasi di Pelabuhan Batutua Rote tanggal 27 sampai 28 Januari 2026,” tegas Simson Polin saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Selain mengawal Kapal Navigasi, Simson juga memantau kesiapan armada pendukung lainnya, yakni Kapal PLN Ferimas Makmur yang membawa muatan lebih besar mencapai 500 KL. Kapal ini dijadwalkan segera bertolak menuju Rote setelah mengantongi persetujuan berlayar dari pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Langkah taktis ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan sebelumnya telah menggelar pertemuan strategis di Kupang pada Jumat, 23 Januari 2026, bersama KSOP Kupang, BMKG Maritim Tenau, manajemen PLN NTT, dan turut dihadiri oleh Simson Polin. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa kapal akan diberangkatkan ke Pelabuhan Papela, Rote Timur, jika parameter cuaca aman terpenuhi, yaitu kecepatan angin di bawah 10 knot dan tinggi gelombang di bawah 1,5 meter.

Di sisi lain, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, juga mengambil langkah mendesak untuk menjaga napas operasional pembangkit listrik yang kritis dengan berhasil menjalin koordinasi peminjaman stok BBM dari PT Nindya Karya untuk PLN UPK Timor.
Sebagaimana diketahui, krisis energi ini dipicu oleh cuaca ekstrem di perairan Rote Ndao yang menghambat distribusi logistik sejak Kamis, 22 Januari 2026. Kondisi ini memaksa PLN ULP Rote Ndao memberlakukan jadwal pemadaman ekstrem sejak 23 Januari 2026. Selama periode ini, listrik hanya menyala beberapa jam saja sehari, dan mengalami pemadaman total selama belasan hingga puluhan jam sisanya. Manager PLN ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, berkomitmen untuk segera menormalkan distribusi listrik begitu proses bongkar muat BBM dari kapal selesai dilakukan dengan aman. (*/RN)







