Kadis Perikanan Rote Ndao Buka Kegiatan Pendampingan Kelompok Binaan Yayasan PILI

- Tim

Rabu, 16 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jusup B Messakh membuka kegiatan Pendampingan Penggunaan Peralatan Pendukung Pengolahan Hasil Tangkapan dan Budidaya Perikanan bersama Kelompok Masyarakat di Kabupaten Rote Ndao, di Rumah Olah Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Tulufali, Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (16/02/2022). Foto: Dok. ROOLNews

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jusup B Messakh membuka kegiatan Pendampingan Penggunaan Peralatan Pendukung Pengolahan Hasil Tangkapan dan Budidaya Perikanan bersama Kelompok Masyarakat di Kabupaten Rote Ndao, di Rumah Olah Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Tulufali, Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (16/02/2022). Foto: Dok. ROOLNews

LOAHOLU, ROOLNews—Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jusup B Messakh membuka kegiatan Pendampingan Penggunaan Peralatan Pendukung Pengolahan Hasil Tangkapan dan Budidaya Perikanan bersama Kelompok Masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan yang difasilitasi PILI Green Net Work tersebut, dilaksanakan di Rumah Olah Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Tulufali, Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (16/02/2022).

Kadis Perikanan Jusup Messakh dalam sambutannya mengatakan,
produk olahan hasil perikanan dari Kabupaten Rote Ndao, khususnya yang dihasilkan kelompok ibu-ibu di Desa Oelua ini, sudah ada sejak lama.

Dari segi produksi, kata dia, sudah cukup baik. Namun yang perlu dibenahi atau diupgrade adalah kemasan produknya yang masih seadanya saja. Padahal, jika kemasan dibuat lebih baik, maka dapat menjaga kualitas cita rasanya, sekaligus akan memberikan nilai ekonomis bertambah.

Selain makan ringan atau oleh-oleh khas Rote Ndao yang selama ini diproduksi, kata Kadis Jusup, kelompok dampingan Yayasan PILI juga harus memproduksi abon ikan yang bahan bakunya sangat lmpah di Rote Ndao untuk kebutuhan pemberian makan tambahan bagi anak-anak stunting.

“Kami dari Dinas dalam hal penanganan stunting terpaksa membeli abon ikan dari luar daerah (Kupang) untuk pemberian makanan tambahan bagi anak stunting karena di Rote sangat terbatas. Ini peluang yang harus ditangkap,” katanya.

Oelua dan Sotimori

Program Manager Yayasan PILI Evi Indraswati mengatakan, sebenarnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan Yayasan PILI di Kabupaten Sikka, dan sekarang di Kabupaten Rote Ndao, yakni untuk Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Tulufali, Desa Oelua, Kecamatan Loaholu dan Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Nale Tasi, Desa Sotimori, Kecamatan Landu Leko.

Untuk itu diharapkan dari kegiatan ibu-ibu yang tergabung dalam Poklahsar dan Pokdakan, tidak hanya menjadi pelopor dari produk olahan potensi sumber daya perikanan yang bisa dijual di desa, kecamatan, kabupaten, bahkan ke luar daerah. Tetapi lebih dari itu, juga menjadi ahli gizi minimal dimulai dari keluarga masing-masing.

Selain dapat memperbaiki gizi dua kelompok di Desa Oelua dan Sotimori, kata Evi, dari kegiatan ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan transfer pengetahuan bagi ibu-ibu yang belum tergabunng dalam kelompok ini.

Terima Kasih

Kepala Desa Oelua, Kecamatan Loaholu Mikael Henuk dalam sekapur sirihnya mengatakan, mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Manager Program PILI beserta jajaran baik dari Bogor maupun yang stay di Rote Ndao dalam rangka melakukan pendampingan bagi kelompok.

Terima kasih yang sama juga disampaikan kepada Kepala Dinas Perikanan dan jajaran yang selama ini hadir di tengah nelayan Oelua memberikan penyuluhan.

“Saat ini di desa Oelua sudah ada 3 kelompok nelayan, pembudidaya, dan pengolah hasil perikanan, yakni Kelompok Manaholo, Bintang Selatan, dan Poklahsar Tulufali. Kami berharap kegiatan pendampingan seperti ini terus di laksanakan, agar anggota merasa termotivasi untuk mengembangkan usaha,” imbuhnya. (team)

Berita Terkait

Tahun Ini, Penanganan Jalan Letelangga Dialokasikan Rp 9,54 Miliar
Pemkab Rote Ndao Bakal Terapkan Parkir Berlangganan Guna Optimalkan PAD dan Ketertiban
Mulai dari Landu Leko, Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Bakal Rutin Turun ke Desa Setiap Minggu
Perkuat Monitoring OPD, Bupati Paulus Henuk Instruksikan Asisten Sekda Jadi ‘Sekda Mini’
Gubernur NTT Tegaskan Larangan Data “ABS” dan Tindak Tegas Manipulasi Absensi
Suplai BBM ke Rote Terhambat Cuaca, Polisi Awasi Pengecer yang Manfaatkan Situasi
Wabup Rote Ndao Tinjau Dampak Banjir di Desa Matasio
Daftar Lengkap 19 Pejabat Eselon IIB Rote Ndao yang Dilantik Bupati Paulus Henuk

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:14 WITA

Tahun Ini, Penanganan Jalan Letelangga Dialokasikan Rp 9,54 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 - 20:29 WITA

Pemkab Rote Ndao Bakal Terapkan Parkir Berlangganan Guna Optimalkan PAD dan Ketertiban

Senin, 19 Januari 2026 - 17:56 WITA

Mulai dari Landu Leko, Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Bakal Rutin Turun ke Desa Setiap Minggu

Senin, 19 Januari 2026 - 17:34 WITA

Perkuat Monitoring OPD, Bupati Paulus Henuk Instruksikan Asisten Sekda Jadi ‘Sekda Mini’

Senin, 19 Januari 2026 - 12:58 WITA

Gubernur NTT Tegaskan Larangan Data “ABS” dan Tindak Tegas Manipulasi Absensi

Berita Terbaru

BERITA ROTE NDAO

Tahun Ini, Penanganan Jalan Letelangga Dialokasikan Rp 9,54 Miliar

Senin, 19 Jan 2026 - 22:14 WITA

Secret Link