ROOLNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengambil langkah proaktif dan terukur guna mengatasi krisis pemadaman listrik yang melanda wilayah tersebut. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan, diketahui terus membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi operasional PLN kembali normal.
Sebagai bagian dari upaya cepat menangani defisit energi, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, secara aktif menjalin koordinasi yang membuahkan hasil signifikan bagi ketersediaan stok energi daerah. Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Nindya Karya atas kolaborasi dan kesediaannya meminjamkan stok BBM kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT UPK Timor.

Langkah ini diambil Bupati sebagai solusi mendesak untuk menjaga napas operasional pembangkit listrik di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini tengah berada dalam kondisi kritis. Komunikasi strategis ini menjadi kunci dalam memastikan layanan kelistrikan tidak berhenti total di tengah kendala logistik akibat cuaca.

Sementara itu, melengkapi langkah Bupati, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, juga melakukan gerakan taktis dengan bertemu langsung dengan KSOP Kupang dan BMKG Maritim Tenau. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi IV, Simson Polin, dan manajemen PLN NTT ini, fokus utama adalah mencari solusi agar kapal pengangkut BBM segera mendapatkan izin berlayar menuju Rote Ndao.

”komunikasi ini dipandang krusial mengingat dampak pemadaman telah mengganggu berbagai aspek vital, mulai dari aktivitas belajar anak-anak, pelayanan kesehatan, gangguan jaringan telekomunikasi, hingga lumpuhnya sektor UMKM dan dunia usaha di Rote Ndao,” Jelas Apremoi, Jumat (23/1/2026) di Kupang.
Hasil rapat tersebut menetapkan bahwa kapal akan segera diberangkatkan dan berlabuh di Pelabuhan Papela, Rote Timur, apabila parameter cuaca aman terpenuhi, yakni kecepatan angin di bawah 10 knot dan tinggi gelombang di bawah 1,5 meter.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, krisis ini dipicu oleh cuaca ekstrem di perairan Rote Ndao yang menghambat distribusi BBM sejak Kamis, 22 Januari 2026. Akibatnya, PLN ULP Rote Ndao terpaksa memberlakukan jadwal pemadaman ekstrem.
Terhitung sejak 23 Januari hingga 1 Februari 2026, listrik di sistem Rote Ndao hanya akan menyala selama empat jam dalam sehari, yaitu pada pukul 18:00 hingga 22:00 WITA. Pada sisa waktu 20 jam lainnya (pukul 22:00 hingga 18:00 WITA), akan dilakukan pemadaman total untuk menghemat sisa bahan bakar yang tersedia.
Manager PLN ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan. PLN berjanji akan segera memulihkan distribusi listrik secara normal begitu proses bongkar muat BBM dari kapal pengangkut selesai dilaksanakan secara aman. (*/RN)







