Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao Diharapkan Kelola Informasi Publik Sesuai Protokol

  • Bagikan
Komunikasi Publik

ROOLNEWS • Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao diharapkan mengelola informasi (Komunikasi) publik dengan baik sesuai protokol, sehingga tidak mencemaskan warga dan berbuat diskriminatif kepada warga lainnya, walaupun sosial distancing dan physical distancing perlu dalam rangka pencegahan Covid-19.

Hal tersebut setelah masyarakat Desa Landu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao menyesalkan beredarnya informasi hasil rapid test melalui pesan Whatsapp (WA) dari Gugus Tugas Covid-19, yang akhirnya berdampak pada perlakuan diskriminiatif atas warga Pulau Landu beberapa hari terakhir.

Seperti dilansir VictoryNews.id, Selasa (21/4/2020), Kepala Desa Landu Samuel Messakh kepada media di Mokdale, mengatakan, akibat informasi terkait data ODP reaktif sesuai hasil rapid test tersebut beredar di masyarakat, warga Landu yang melaksanakan aktivitas di daratan Pulau Rote mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Menurutnya, berbagai perlakukan tidak menyenangkan tersebut karena takut warga Landu menularkan Covid-19. Ada beberapa warga Landu yang melayat di rumah duka keluarganya yang meninggal di Dusun Lelesur, Desa Oebou dijauhi oleh keluarganya sendiri. Ada juga warga hendak membayar cicilan di Pegadaian, ditolak tidak dilayani karena berasal dari desa yang warganya positif reaktif sesuai hasil rapid test. Bahkan, salah seorang ibu pedagang ikan dan gurita yang membawa hasil tangkapan di pasar, tidak terjual karena masyarakat menganggap Landu menjadi pusat Covid-19.

Ia menyesalkan kondisi tersebut karena pada saat diumumkan oleh Bupati tidak menyebutkan bahwa salah satu ODP tersebut berasal dari Desa Landu, tetapi pesan WA Gugus Tugas menyebutkan secara rinci dua ODP reaktif sesuai hasil rapid test itu berasal dari Dusun Lalalo, Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur dan Desa Landu Thie, Kecamatan Rote Barat Daya.

“Kalau ODP itu sudah positif corona, mungkin semua warga Landu sudah positif semuanya, bahkan mungkin ada yang sudah mati akibat virus corona. Tapi kenyataannya ODP bersama kerabat serumahnya saya setiap hari kontak melalui HP mereka dalam kondisi yang baik-baik saja,” katanya, Senin (20/4/2020) petang.

Samuel menjelaskan, ODP asal Landu tersebut datang dari Jakarta pada 17 Maret lalu karena orang tuanya meninggal. Pada saat itu di Jakarta pun belum menjadi episentrum seperti saat ini.

Samuel berharap Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao mengelola informasi publik dengan baik sesuai protokol, tidak lagi menyampaikan informasi seperti itu, sehingga tidak memcemaskan warga dan berbuat diskriminatif kepada warga lainnya, walaupun sosial distancing dan physical distancing perlu dalam rangka pencegahan Covid-19. (*/VNews/rn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!