Bupati Haning minta GMIT Jadi Pelopor Toleransi dan Kerukunan

  • Bagikan

ROOLNEWS.ID • Majelis Klasis Rote Barat Laut menyelenggarakan sidang tahunan dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program kerja  Majelis Klasis, keputusan-keputusan dan kebijakan pelayanan tahun 2016.  Selain itu untuk untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Majelis Kalsis 2016, realisasi penerimaan dan pengeuaran keuangan tahun 2016.

“persidangan kali ini diikuti 61 peserta yang terdiri dari Majelis Klasis Harian sebanyak 3 orang, anggota MKH 6 orang, KMJ ( anggota MK ex offisio ) sebanyak 35 orang, utusan MJH dari 4 mata jemaat yang tidak ada pendeta 4 orang, BPSK 2 orang, BP3K 2 orang,panitia pembangunan 2 orang, kopresi exodus 2 orang dan undangan 5 orang,” kata Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut, Pdt. Seprianus Haan, S.Th pada pembukaan Persidangan Majelis Klasis RBL ke-6 di Gereja Imanuel Koli, Kamis ( 15/12 ).

Dia menjelaskan, persidangan dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari terhitung mulai tanggal  15 Desember  hingga 17 Desember 2016. “ Untuk biayanya  berasal dari APB MJ dan usaha dana dari paniti, karena itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi terselenggaranya persidangan ini, kiranya Tuhan sumber berkat mencukupkan berkat bagi setiap kita,” tambah Pdt. Haan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM dalam sambutannya terselenggaranya persidangan Klasis merupakan wujud partisipasi aktif dari Gereja Masehi Injili di Timor di wilayah Klasis Rote Barat Laut dalam pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Rote Ndao.

“Oleh karena itu atas nama Pemerintah saya sampaikan terima kasih dan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis  Klasis Rote Barat Laut dan seluruh Pendeta se- Klasis Rote Barat Laut yang telah bekerja keras sehingga terselenggaranya kegiatan ini,”  ujar Bupati Haning.

Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan persaudaraan dan kerjasama diantara para pelayan Tuhan dan dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Rote Ndao.

Dikatakannya, selama proses persidangan berlangsung kiranya peserta dapat mencurahkan pikiran yang cerdas untuk melahirkan program kegiatan yang dapat menumbuhkan  iman jemaat kedepan.

“Setelah persidangan selesai kita laksanakan apa yang yang telah disepakati bersama dengan hati yang tulus dan rela berkurban untuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus, “ sambungnya.

“Saya juga mengharapkan agar kedepan GMIT dapat meningkatkan mutu pelayanan dalam gereja-gereja lokal maupun secara organisasi dalam Klasis Rote Barat Laut. GMIT berada ditengah-tengah keragaman agama dan denominasi gereja. Untuk itu saya minta GMIT harus menjadi pelopor toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di Rote Ndao,” pinta Bupati Haning.

Hadir mendampingi Bupati, Ketua TP. PKK. Ibu Paulina Haning-Bullu, SE, Anggota DPRD, Denyson Moy dan Kapolsek Rote Barat laut. (cha/hmsrn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!