Berikut Daftar Sementara Nama Korban Selamat, Hilang dan Meninggal di Selat Puku Afu

  • Bagikan
Kapal Tenggelam

ROOL • Perahu Lampara milik Yos Doro ”Kasih 25”, Minggu 05 Juli 2020, sekitar pukul 12.15 WITA  tenggelam di sekitar selat Puku Afu yang membawa penumpang dari Tablolong menuju ke Rote sebanyak 29 orang. 

Sesuai keterangan dari ABK dan para penumpang  serta data dilapangan dengan rincian 12 orang ABK dan 17 orang penumpang.

Lampara  (perahu penangkap ikan) tersebut berangkat dari pelabuhan Tablolong sekitar pukul 09.00 WITA  dengan tujuan ke pulau Rote, setibanya di perairan Selat Pukuafu  Lampara  (perahu penangkap ikan) tersebut diterjang gelombang setinggi ± 3 meter, yang mengakibatkan Lampara tersebut langsung terbalik dan tenggelam.

Tim gabungan Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Basarnas Provinsi NTT dan  Kabupaten Kupang, Lanal Pulau Rote, Satuan Pol Air Polda NTT dan Satuan Pol Air Polres Rote Ndao serta dibantu oleh nelayan setempat berhasil mengevakuasi penumpang dan ABK sebanyak 14 orang selamat.

Ke 14 penumpang dan ABK yang selamat tersebut selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Sotimori Kecamatan Landu Leko untuk mendapat perawatan medis.

Setelah dilakukan tindakan dan perawatan medis, satu penumpang perempuan, Tania Poy (11) akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, ABK dan penumpang yang selamat dirujuk ke Puskesmas Eahun Kecamatan Rote Timur untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Demikian diungkapkan Kapolres Rote Ndao, Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Hari Wibowo,SIK, M.Si melalui Kasubbag Humas AIPTU Anam Nurcahyo, S.I.P, Senin (6/6/2020).

Menurutnya korban selamat diantaranya:

  1. Nofriana Mulik Poy, jenis kelamin Perempuan, umur 32 tahun (penumpang)
  2. Faldo Lodo, jenis kelamin Laki-laki, umur 17 Tahun (ABK)
  3. Frengki Liu, jenis kelamin Laki-laki, umur 24 tahun( ABK)
  4. Maula Bulan, jenis kelamin Laki-laki, umur 41 tahun (Penumpang)
  5. Desri Seran, jenis kelamin Perempuan, umur 23 thn ( penumpang)
  6. Jefri Poy, jenis kelamin Laki-laki, umur 21 thn (Penumpang)
  7. Nera Poi, jenis kelamin Perempuan, umur 3 tahun (penumpang)
  8. Josepus Poy, jenis kelamin Laki-laki, umur 49 thn ( ABK)
  9. Abiezer Doroh, jenis kelamin, umur Laki-laki 39 thn(ABK)
  10. Yonza Lada, jenis kelamin Laki-laki, umur 18 tahun ( ABK)
  11. Frid Doroh, jenis kelamin Laki-laki, umur 44 tahun (ABK)
  12. Fredik Poy, jenis kelamin Laki-laki, umur 40 tahun (Penumpang)
  13. Anita Oan, jenis kelamin Perempuan, umur 14 thn (Penumpang)

Sedangkan korban meninggal dunia

  1. Tania Poy,  jenis kelamin perempuan, Umur 11 bulan (Penumpang)
  2. Stefania Bulan, (Meninggal Dunia / Penumpang) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  3. Janwar safian Poy, (Meninggal Dunia / Penumpang) dievakuasi oleh Basarnas Kupang

Data Korban Yang Dievakuasi Di Kupang

  1. Romi Ngause (ABK) dievakuasi oleh Kapal Bahari Express 1F
  2. Nimbrot (ABK) dievakuasi oleh Kapal Bahari Express 1F
  3. Nando Ngause (ABK) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  4. Frengki Doroh (Nahkoda) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  5. Man doroh (ABK ) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  6. Hes Mulik (Penumpang) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  7. Stefania Bulan (Meninggal Dunia / Penumpang) dievakuasi oleh Basarnas Kupang
  8. Janwar safian Poy (Meninggal Dunia / Penumpang) dievakuasi oleh Basarnas Kupang

Data Korban Yang Hilang atau masih dalam pencarian

  1. Elisabet Poy-Bulan ( Penumpang)
  2. Felisia Bulan (Penumpang)
  3. Stefano Bulan ( penumpang)
  4. Jhon Mulik (Penumpang)
  5. Ardianto Poy (Penumpang)
  6. Mus Toudua (ABK)
  7. Vony Poy (penumpang).

Tujuh Penumpang yang belum ditemukan saat ini masih dalam Pencarian

AIPTU Anam Nurcahyo mengatakan  tujuh penumpang yang belum ditemukan saat ini masih dalam pencarian, sementara itu di halaman Puskesmas Eahun, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, telah didirikan Posko pengamanan tanggap darurat penanggulangan bencana alam oleh Polres Rote Ndao pasca kecelakaan laut Kapal Ikan Lampara “KASIH 25” di perairan laut selat pukuafu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao.

Posko tersebut didirikan sebagai upaya penanganan cepat dan tepat terhadap korban guna mengurangi timbulnya dampak yang lebih buruk. Disamping itu juga Posko pengamanan ini bertujuan untuk pengendalian dan koordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI AL, Polres Rote Ndao, BPBD Kabupaten Rote Ndao dan Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao. (*/tim/idf)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!