ROOLNEWS.ID — Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan serangkaian terobosan dalam pengelolaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui rapat koordinasi lintas sektor pada Selasa (20/1/2026). Rapat yang juga dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, ini merumuskan visi “NTT Aman Bermigrasi, Bermartabat Saat Bekerja, Sejahtera Saat Kembali” sebagai standar baru pelayanan migrasi.
Baca Juga: Wabup Rote Ndao Apremoi Dethan Hadiri Rakor Penanganan PMI di Kupang

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam giat tersebut memaparkan inovasi pelayanan berupa pengiriman petugas Dukcapil ke luar negeri, seperti Malaysia, untuk menertibkan dokumen warga NTT yang berstatus nonprosedural. Selain itu, pemerintah menyiapkan Dana Abadi PMI sebesar 2-3% dari APBD dan akses KUR Penempatan yang telah mencapai realisasi Rp78,62 miliar per Desember 2025.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin yang hadir secara virtual mendukung penuh transformasi ini dengan mengedepankan delapan strategi nasional, termasuk digitalisasi data melalui aplikasi “AMAN PMI NTT”. Sinergi antara pusat dan daerah ini diharapkan mampu mengubah nasib 3 juta angkatan kerja di NTT agar lebih kompetitif di pasar kerja internasional dengan perlindungan hukum yang paripurna. (*)







